USBN Menyenangkan di SD Aisyiyah, Diajak Berdoa hingga Disiram Air

343
Pasang Iklan Murah
Kepala SD Aisyiyah 1 Nganjuk Aris Nasution memberikan briefing pada siswanya sebelum mengikuti USBN (foto: Liya Winarsih/pwmu.co)

PWMU.CO-Di tengah ketegangan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Sekolah Dasar (SD) Aisyiyah 1 Nganjuk punya cara tersendiri untuk membuat para siswa tetap bersemangat. Para siswa kelas 6 diajak memekikkan ujian dengan senang hati, diharapkan dapat meredakan ketegangan menghadapi USBN 2018.

Dengan jumlah peserta ujian 93 siswa, terdapat 5 ruang ujian.  Sebelum memasuki ruang ujian, siswa kelas 6 berbaris dengan rapi di halaman sekolah. Anak-anak berdo’a, melantunkan surat pendek dan mencium tangan pengawas ujian dan gurunya. Tepat pukul 08.00 WIB peserta ujian memasuki ruang ujian hingga pukul 10.00 WIB.

Selama tiga hari pelaksanaan USBN, absensi ujian siswa selalu lengkap. Meskipun satu anak harus mengerjakan ujian di rumah sakit Bhayangkara di Jln. Abdurahman Saleh VI no.56 Kauman Nganjuk. Selama dua hari, Mazida Izzatun Navila atau kerap dipanggil Navi harus melaksanakan ujian di rumah sakit. Meskipun dalam keadaan sakit namun Navi tetap tangguh dan berjuang mengikuti USBN hingga selesai. Di bawah pengawasan dokter spesialis anak, Dr. Yenni Kusumawati, S.pA, Navi dapat melawan sakit demam berdarah untuk mengikuti ujian.

Selama tiga hari, USBN berjalan lancar. Untuk menghilangkan kejenuhan menghadapi ujian, Kepala sekolah Aris Nasution memberikan pesan dan kesan kepada para siswa dengan mengajak mereka duduk berbaris di halaman sekolah. Para siswa menyimak dengan serius setiap kata yang keluar dari mulut kepala sekolah. Ternyata, di tengah-tengah keseriusan mereka mendengarkan nasihat dari kepala sekolah, tiba-tiba hamburan air datang dari lantai 2. Kontan para siswa kaget tiba-tiba ada turun hujan membasahi baju mereka, padahal langit tidak mendung.

Para siswa diajak berbaris di lapangan sekolah dan diberi nasihat sebelum akhirnya mereka diberi kejutan siraman air untuk senang-kenangan (foto: Liya Winarsih/pwmu.co)

Ternyata, yang melakukan itu adalah guru mereka sendiri. Bapak/ibu guru sengaja memberikan kejutan sekaligus memori kenangan yang tak akan terlupakan. Semua anak tertawa dan senang. Seakan terbayar sudah kelelahan berjuang menghadapi ujian selama tiga hari.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Rumah Sakit Bhayangkara yang sudah memberikan izin pelaksanaan USBN di rumah sakit,” kata Kepala Sekolah Dasar (SD) Aisyiyah 1 Nganjuk, Aris Nasution.

Tidak kalah penting, lanjut dia, juga disampaikan terimakasih kepada Dr. Yenni kusumawati, S.pA yang sudah membantu pemulihan peserta USBN SD ‘Aisyiyah 1 Nganjuk. “Semoga siswa kelas 6 mendapatkan hasil yang terbaik dan memuaskan. Sehingga mereka dapat melanjutkan sekolah menengah pertama yang diharapkan,” pungkasnya. (Liya Winarsih, tim Literasi SD ‘Aisyiyah 1 Nganjuk)