Warga Persyarikatan Diminta All-out Menyukseskan Kadernya pada Pemilu 2019

380
Hikmah Press
Nadjib Hamid dalam Kajian Ideopolitor. (Uzlifah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pascakemerdekaan Republik Indonesia peran umat Islam dalam lingkaran kekuasaan satu persatu dipreteli. Yang menempati posisi strategis justru kebanyakan yang tidak loyal dengan Islam. “Padahal Islam itu pendiri bangsa ini.”

H Nadjib Hamid MSi menyampaikan hal tersebut pada peserta Kajian Ideopolitor yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lamongan di Aula Hotel Elresas Lamongan, Selasa (30/10/18) malam.

iklan

Nadjib mengatakan, selama ini Muhammadiyah dianggap tidak berkeringat makanya tidak pernah mendapat posisi penting untuk bisa mempengaruhi kebijakan.

Tapi di zaman Orde Baru, sambungnya, Muhammadiyah masih beruntung mempunyai AR Fachrudin yang berani mendatangi Amir Machmud—Menteri Dalam Negeri waktu itu—untuk meminta kepadanya agar pengajian di kantor-kantor pemerintahan tidak dilarang.

“Alhamdulillah saat semua peran umat Islam dikebiri kita masih punya Pak AR yang minta Pak Amir supaya pengajian di kantor pemerintahan saat itu tidak dilarang. Dan itu berjalan sampai sekarang.”

Peserta Kajian Ideopolitor. (Istimewa/PWMU.CO)

Nadjib membuka kajian dengan mengutip dua surat dalam Alquran terkait pentingnya kekuasaan yaitu Almaidah Ayat 8 dan Alhajj Ayat 41.

Dalam konteks itu, Wakil ketua PWM Jawa Timur ini menegaskan agar pada Pemilu 2019 warga Persyarikatan Muhammadiyah tidak sekadar ikut pemilu tapi harus benar-benar allout.”

Menurutnya, jihad konstitusi yang dilakukan Muhammadiyah berulangkali menang tapi akhirnya mental, karena Muhammadiyah tidak punya wakil yang sevisi di DPD RI dan DPR RI.

“Untuk itu semua elemen harus bergerak dan bersemangat menciptakan sejarah baru dalam peranan bangsa dan negara dengan melahirkan undang-undang yang positif,” pesannya.

Karena itulah, ujar Nadjib, jihad politik ini sangat tepat dan tidak hanya pada tataran kekuasaan pusat. Melainkan semua kader Muhammadiyah harus bisa mengambil posisi penting di semua tingkatan pemerintahan mulai dari kelurahan atau desa.

“Kita jangan lagi mau diremehkan. Masak Pilgub saja kita tidak dilirik sedikit pun. Maka (memenangkan) anggota DPD ini merupakan langkah menuju pilgub diperiode berikutnya,” ujar Nadjib sembari memberi semangat peserta.

Menurut calon anggota Dewan Perwakilan Daerah RI nomor 41 daerah pemilihan Jawa Timur ini, gerakan jihad politik ini juga sebagai wasilah untuk mengembangkan dan mendirikan cabang dan ranting sehingga bisa mencapai seratus persen cabang ranting aktif di seluruh wilayah Jawa Timur. (Uzlifah)