Ada Abu Nawas dari Jayapura dalam Rembuk Nasional FGM

395
Pasang Iklan Murah
Abu Nawas (tengah) diapit Kepala SMAM 1 Gresik Ainul Muttaqin (kiri) dan Kepala SMAM 8 Cerme Gresik Hasan Abidin. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Peserta Rembuk Nasional Forum Guru Muhammadiyah tampak mulai berdatangan di Hotel Lor In Syariah Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/11/18) pagi. Satu per satu peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia itu pun mengisi daftar hadir di meja registrasi panitia yang berada di teras hotel tempat menginap peserta itu.

Salah satunya, peserta bernama Abu Nawas asal Jayapura, Papua. Pria yang menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah Jayapura itu tiba di lokasi sekitar pukul 11.00. Ia berangkat sendiri dari Jayapura.

Dia mengaku antusias mengikuti acara Rembuk Nasional Forum Guru Muhammadiyah karena bisa bersilaturrahmi dengan guru-guru hebat sekolah Muhammadiyah se-Indonesia.

Baca Juga:  Jelang Rembuk Nasional, Ketua PP FGM Pahri: Jika Tak Antisipasi Era Industri 4.0 Guru Muhammadiyah Akan Tergusur

“Saya sudah dua kali mengikuti acara Pimpinan Pusat FGM. Pertama, acara Silatnas FGM di Bandar Lampung, dan kedua acara Rembuk Nasional FGM ini,” katanya kepada PWMU.CO.

Abu lalu mengungkapkan motivasinya untuk mengikuti acara rembuk nasional FGM adalah demi memperluas jaringan, menambah wawasan, dan tukar pikiran dalam pengembangan sekolah unggul menghadapi era industri 4.0.

“Ini kesempatan baik yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Setelah saya dapat informasi, saya segera mendaftar. Saya ingin belajar bagaimana dari berbagai di Indonesia,” katanya .

Ia berharap, dari acara ini dirinya mampu meningkatkan daya saing sekolah Muhammadiyah di Jayapura, khususnya sekolah yang dipimpinnya.

“Saya ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk kemudian saya aplikasikan bagi peningkatan daya saing sekolah,” harapnya.

Baca Juga:  Jelang Rembuk Nasional, Ketua PP FGM Pahri: Jika Tak Antisipasi Era Industri 4.0 Guru Muhammadiyah Akan Tergusur

Lain lagi dengan Nurfin Moha. Kepala SMA Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, Papua Barat itu menyatakan, termotivasi mengikuti acara agar sekolahnya yang berada dipenghujung Nusantara itu bisa mendapatkan informasi yang sama.

“Kami tidak ingin tertinggal dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di daerah lain,” tegasnya.

“Sebagaimana tema Rembuk Nasional FGM: Penguatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah di Era Revolusi Industri 4.0”.

Apalagi, kata dia, dalam acara ini akan dilaunching penggunaan aplikasi eduMu. “Supaya setelah mengikuti kegiatan ini kami bisa paham untuk kemudian dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (Aan)