Maling Caluring dalam Festival Ludruk Kampus UMM

68
Hikmah Press
Salah satu adegan ludruk. (Izzudin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Festival Ludruk Kampus, Kamis (10/1/19). Festival ini digelar dalam rangka menuntaskan tugas akhir mata kuliah Karawitan oleh mahasiswa angkatan 2016.

Dalam festival itu ditampilkan lakon Sarip Tambak Rasa, Maling Caluring, Babad Surabaya, Sakerah, Jaran Mayang Seta, dan Jaka Sambang.

iklan

Lakon yang dipentaskan merupakan cerita lokal, sebagian besar dengan latar zaman kolonial. Naskah yang sudah diadaptasi dipentaskan dan diperankan mahasiswa.

“Mahasiswa PGSD ini kan calon guru SD, jadi saya rasa perlu untuk paham seni tradisi,” jelas Danang Wijoyanto SPd MPd, dosen mata kuliah Karawitan.

Menurut Danang, perlu untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini. Karena itu mahasiswa PGSD harus dibekali pengetahuan kesenian lokal. “Sehingga ketika menjadi Guru SD bisa menyalurkan kepada murid-muridnya,” ujarnya.

Danang takjub dengan totalitas mahasiswa ketika melaksanakan tugas. “Hasilnya melebihi batas dan target yang saya tetapkan, saya sangat puas sekali,” papar Danang bangga.

Ketua Pelaksana Festival Ludruk Kampus Judha Bira Krisna mengatakan Festival Ludruk Kampus ini adalah yang kali pertama digelar di UMM. “Ini pengalaman yang luar biasa. Saya harap langkah awal ini bisa menumbuhkan rasa cinta yang besar dari mahasiswa PGSD UMM kepada budaya lokal,” tandasnya. (Izzudin

Salah satu adegan ludruk. (Izzudin/PWMU.CO)