Sadar Pentingnya Media, Rektor Ini Berlangganan 9 Ribu Ekslempar Majalah

195
Pasang Iklan Murah
Sofyan Anif. (Suud/PWMU.CO)

PWMU.CO – Antarmajelis dan lembaga dalam Muhammadiyah harus bersinergi. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Sofyan Anif, ketika mengisi materi dalam acara Silaturahmi dan Refreshing Muballigh Muhammadiyah Regional III, di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ahad (3/2/19).

“Di bawah komando Majelis Tabligh, media-media sosial (harus) digerakkan sebagai sarana dakwah,” tutur Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu.

Selain itu, Doktor Manajemen Pendidikan lulusan Universitas Negeri Semarang ini berpesan agar Majelis Tabligh memperbanyak buku-buku ideologi dan tuntunan ibadah serta menyebarkan brosur-brosur ke amal usaha Muhammadiyah.

“Kelemahan kita yang sudah berjalan, lemah sosialisasi dalam mengenalkan Muhammadiyah di masyarakat,” urai pria yang pernah menjabat Wakil Rektor IV UMS ini.

Dia mengatakan, penting memiliki jurnalistik dari kader-kader Muhammadiyah, agar bisa meliput dan menampilkan kebesaran Muhammadiyah.

Sofyan Anif lalu menceritakan pengalamannya ketika mendatangkan Sandiaga Uno, beberapa hari menjelang masa kampanye di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Media televisi nasional hanya memberitakan demo tujuh orang, dua di antaranya mahasiswa UMS, tapi tidak memberitakan informasi-informasi positif.

“Kalau dulu kemajuan dan kemunduran bangsa ditentukan guru, tapi sekarang yang menentukan adalah media,” sindirnya.

Di bagian lain, Sofyan Anif menyinggung tentang minimnya dana untuk menopang dakwah. “Yang sudah kami lakukan adalah, UMS berlangganan Majalah Tabligh yang diterbitkan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebanyak 9 ribu eksemplar,” ungkapnya.

Selain untuk menambah pendanaan, sambungnya, kerjasama ini juga bermanfaat untuk pengayaan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya untuk mahasiswa baru, yang diletakkan di rubrik khusus majalah ini.

Bahkan Sofyan Anif juga akan mengajak rektor-rektor universitas Muhammadiyah di Indonesia untuk melakukan hal yang sama.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini diikuti 100 peserta dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali. (Mohamad Su’ud)