Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Jadi Wasit

304
Pasang Iklan Murah
Din Syamsuddin (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Prof Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk menjadi ummatan washatan (umat tengahan) sebagaimana perintah dalam Alquran Surat Albaqarah Ayat 143.

Din menyampaikan hal itu saat menjadi keynote speaker dalam International on Islamic Studies bertema ‘Strategies for Actualizing The Progressive Islam’, di Grage Hotel Bengkulu, Kamis (14/2/19), yang diselenggarakan menyambut Tanwir Muhammadiyah Bengkulu 2019, (15-17/2/19).

iklan

Menurut Din dalam surat itu ada dua konsep yang berlaku bagi umat Islam. Yang pertama adalah menjadi syuhadak alias saksi (subjek) dan yang kedua adalah masyhud atau dipersaksikan (objek).

Litakuunu syuhada alannasi, yaitu menjadi saksi-saksi peradaban. Bahwa kita adalah umatan washatan. Tapi jangan lupa kita nanti akan dipersaksikan, masyhud, akan menjadi orang yang dimintai pertanggungjawaban, apakah kita mampu melaukan prinsip-prinsip washataniyah Islam,” ungkapnya.

Din mengatakan konsep ummatan washatan inilah yang seharusnya menjadi ciri umat Islam, baik dalam skala lokal, nasional, maupun dunia.

Din menjelaskan, menjadi ummatan washatan itu lebih dari sekadar moderat. Ia adalah jalan tengah. “Dan harap dipahami, menurut yang belajar ilmu tafsir, menjadi ummatan washatan itu ada konotasi menjadi pemimpin. Maksudnya menjadi penentu arah peradaban,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu.

“Jadi bukan umat yang kalah, ngalah, apalagi kalahan sehingga inferior. Tapi jadi penentu,” ujarnya. Din mengibaratan umat tengahan itu seperti wasit dalam pertandingan.

Washat kan wasit. Wasit itu wah ditakuti. Wibawanya besar. Wasit itu yang menetukan. Kira-kira ummatan wasathan itu wasit,” kata Din sambil bergurau kalau di Indonesia wasit itu pun dipukul.

Jadi, tutur Din, sebagai ummatan wasathan, umat Islam harus jadi wasit kebudayaan, wasit peradaban. “Dia menguasai peraturan. Dia menentukan arah dari perjalanan pertandingan. Jadi wasit peradaban, wasit kebudayaan berati juga jadi penentu arah peradaban dunia,” jelas Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu.

Pentingnya umat Islam menjadi ummatan washatan karena dunia sekarang ini sedang mengalami kerusakan. “Peradaban manusia sekarang memerlukan wawasan jalan tengah karena peradaban dunia sekarang rusak,” ucapnya. (MN)