Keluhan Petani Dijawab dengan Inovasi Pupuk Organik Granul

105
Pasang Iklan Murah
Hesty/pwmu.co
Mahasiswa Umsida tunjukkan pupuk organik granul untuk warga Dusun Sumberrejo.

PWMU.CO-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menciptakan produk inovasi bagi warga Dusun Sumberrejo Desa Watukosek Gempol Pasuruan berupa pupuk organik granul.

Ketua Kelompok Lindi Rohma menjelaskan, ide membuat pupuk organik ini muncul berawal ada keluhan warga tentang lahan yang tidak dapat ditanam karena pH tanah buruk serta ada galian yang membuat tanah menjadi gersang. ”Warga mayoritas juga sebagai peternak sapi dan kambing,” kata mahasiswa jurusan hukum ini.

iklan

Untuk membantu memperbaiki unsur hara dalam tanah akibat kerusakan galian tanah, tim kelompok mahasiswa ini menganalisis dan memecahkan masalah ini. ”Lantas mendapat solusi membuat pupuk organik dari kotoran hewan berbentuk granul untuk menyuburkan tanah,” katanya.

Bahan pupuk dari kotoran ternak milik warga. Proses pembuatannya melalui pengeringan, penghalusan, penambahan bahan-bahan lain dari pupuk anorganik kemudian terakhir granulasi.

 ”Yang perlu diperhatikan dalam proses granulasi adalah penambahan air dan perekat. Jumlahnya harus pas dan di sinilah seninya membuat granul,” terang Lindi.

Mahasiswa sudah mengajari warga untuk pembuatan pupuk organik granul ini. ”Sudah kami ajarkan kepada Karang Taruna Dusun Sumberrejo. Juda cara membuat kemasan yang simpel dan menarik. Pupuk itu dinamai WTK Granule,” tandasnya. (Hesty)