Malik Fadjar: Ada Tiga Kunci Memenangkan Persaingan Tenaga Kerja

37
Pasang Iklan Murah
Izzudin/pwmu.co
Diskusi terbatas membahas BLK di UMM.

PWMU.CO-Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Prof Dr H A Malik Fadjar MSi menyebut Balai Latihan Kerja (BLK) memegang peranan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil.

”Karena era sekarang persaingan SDM itu sangat pesat, BLK berperan menyiapkan SDM menghadapi persaingan,” kata Malik Fadjar dalam diskusi terbatas Revitalisasi dan Revalidasi Balai Latihan Kerja di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (22/2/2019).

iklan

Untuk itu, Malik menyebutkan, setidaknya ada tiga kunci yang harus dimiliki untuk memenangkan kompetisi ini. Pertama, mempunyai sumber daya manusia yang banyak. Kedua, memiliki networking yang bagus. Ketiga, penguasaan atas teknologi.

Hal senada disampaikan Direkur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Ir Suhadi MSi. Untuk mengurangi angka pengangguran, kata Suhadi, perlu diadakannya  pengembangan BLK Komunitas yang sesuai dengan pola kerja era Industri 4.0.

”Saat ini akses masyarakat untuk mengikuti pelatihan BLK milik pemerintah sangat terbatas. Sehingga masyarakat tidak bisa mengikuti perkembangan terkini dan sering kali tertinggal,” terang Suhadi di hadapan seratusan peserta.

Mengingat SMK merupakan penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Timur, sambung dia, SMK perlu dikembangkan sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Disebutnya, SMK perlu melakukan revitalisasi.

”SMK harus dikembangkan menjadi pelatihan kerja yang bisa membuat anak-anak muda kita bekerja sesuai dengan tuntutan era sekarang. Bukan pola lama yang membuat anak-anak tidak laku di dunia kerja,” tegas dia.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menambahkan, BLK seharusnya mampu mendidik masyarakat agar tidak tertinggal dengan segala bentuk kemajuan. Mengingat zaman berubah dengan cepat, sehingga mesti juga mengubah pola pikir lama.

”UMM siap mendukung sinergisitas dengan BLK. Salah satu bentuknya adalah melatih keterampilan mahasiswa lewat Lembaga Sertifikasi Profesi. Di sana mahasiswa bisa mengasah kompetensinya sehingga diakui di dunia kerja,” tandas Fauzan.

Diskusi ini juga dihadiri panelis lainnya. Yakni  Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr Saiful Rachman MM MPd, Kepala BLK Kota Malang Hermanu Setijanto SSos, MSi, anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi Drs Mulyanto MM, Walikota Malang Drs H Sutiaji dan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batu dan Kabupaten Malang. (Izzudin)