Beginilah Jihad Politik ala Dai Khusus

139
Pasang Iklan Murah
Abi Saffa/pwmu.co
Ketua LDK M. Arifin, kanan, menyerahkan uang infak ke Koko Soesantho.

PWMU.CO-Bidang garap Lembaga Dakwah Khusus (LDK) makin memperluas dakwah Muhammadiyah. Sasarannya menarik dengan komunitas yang aneh-aneh. Mengurusi orang-orang yang mendapat stigma tidak baik seperti  anak punk, pelacur, anak jalanan, gelandangan dan pengemis.  

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid dalam Follow Up Bimtek Dakwah Komunitas yang diadakan LDK bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Umsida, Ahad (10/3/2019).

iklan

Menurut Nadjib, dakwah LDK ini seperti dicontohkan KH Ahmad Dahlan. ”Dulu Kiai Dahlan memandikan, memberi baju, memberi makan anak-anak yatim. Juga kepada para fakir muslim, janda-janda tua beliau santuni,” katanya.

”Inilah tugas Muhammadiyah. Kalau  ngurusi janda muda, kaya lagi.. waah itu banyak yang mau. Tapi mengurusi janda tua miskin lagi. Ini tanggung jawab kita semua. Oleh KH Ahmad Dahlan, kita diajarkan supaya menjadi manusia yang peduli kepada sesama,” sambungnya.   

Dia menegaskan, Muhammadiyah lahir sebelum negeri ini ada. Sampai hari ini Muhammadiyah selalu peduli dengan nasib bangsa. Jihad politik yang digaungkan bagian kepedulian terhadap bangsa yang memprihatikan saat ini.

”Yai Ahmad Dahlan bukan saja hebat ilmunya, tapi juga hebat kepeduliannya. Beliau dan tokoh-tokoh dahulu seperti Ki Bagus Hadikusumo, Buya Hamka, KH Mas Mansyur dan lainnya sangat peduli dengan politik. Tidak ada dalam sejarah para tokoh Muhammadiyah lulusan FISIP. Beliau-beliau ini semua guru ngaji. Tapi peduli dengan politik,” tandasnya.

Jadi, sambung dia, kita saat ini baik yang jadi dokter, guru, mubaligh, ibu rumah tangga atau jadi apa saja jangan abai dengan politik. ”Nanti kalau ada kebijakan yang merugikan rumah sakit, sekolah, masjid, harga kebutuhan pokok, kita mau bilang apa? Kalau kita sudah buta dan tak peduli dengan politik, maka kita akan jadi korban dari kebijakan politik kekuasaan,” kata Nadjib yang pernah menjadi komisioner KPU Jatim ini.

Dia menerangkan menjadi pemimpin itu kesempatan mengukir sejarah yang baik. Karena itu kita semua wajib menyukseskan jihad politik Muhammadiyah. ”Bagaimana… sanggup?” tanya calon anggota DPD Jatim No. 41 ini.

”Sangguuuupp….” jawab mereka serentak. ”Dengan apa ?” tanya Nadjib lagi.

”Coblos Pak Nadjib…” jawab kompak peserta. ”Kalau yang nyoblos hanya di ruangan ini ya belum cukup,” sahut alumnus Pondok Persis ini. ”Ajak semua keluarga, tetangga, teman sejawat. Dan ingat bahwa jihad itu tidak cukup dengan anfus tapi juga dengan amwal yakni dengan harta benda,” tegasnya.

”Bagaimana sanggub tidak ini?” Tak berpikir lama peserta dai komunitas langsung menyahut sanggup. Bersamaan dengan itu Koko Soesantho dan M. Khoirul Anam, tim LDK langsung ambil kardus kosong lalu berkeliling mendatangi para peserta menarik infak. Satu per satu peserta mengambil uang dari dompetnya untuk berderma membantu suksesnya jihad politik Muhammadiyah.

 Tidak sampai satu menit aksi ini berlangsung, terkumpul uang sebesar Rp 2,3 juta. Nadjib Hamid kemudian  menggenapi menjadi Rp 4 juta.  Uang itu diserahkan ke Ketua LDK PWM Jatim Muhammad Arifin lalu diteruskan kepada Koko Soesantho yang merupakan Tim Pemenangan Wilayah Surabaya.

Dana ini dialokasikan untuk pembuatan banner dan sosialisasi kemenangan Nadjib Hamid bersama caleg lainnya. Banner dikirim ke tujuh daerah yakni Sidoarjo, Surabaya, Kota Mojokerto, Kab Mojokerto, Jombang, Kota Pasuruan dan Kab. Pasuruan. (Abi Saffa)