DPP IMM: Penembakan di New Zealand Bukti Terorisme Bukan Monopoli Suatu Agama

380
Pasang Iklan Murah
Najih Prastiyo (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tindak terorisme di Mesjid Al Noor dan Linwood, Christchurch, New Zealand atau Selandia Baru, yang menewaskan dan melukai puluhan jamaah shalat Jumat dikecam keras oleh banyak pihak. Salah satunya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo menyatakan, peristiwa penembakan jamaah shalat Jumat di dua masjid tersebut sebagai aksi terorisme yang biadab.

iklan

“Kami, DPP IMM mengutuk dan mengecam keras aksi terorisme berupa penembakan terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah di Masjid Al Noor dan Linwood,” katanya ketika dihubungi PWMU.CO, Jumat (15/3/19) malam.

Menurut Najih, peristiwa penembakan terhadap umat Islam yang sedang beribadah di dua masjid tersebut menegaskan tindakan terorisme bukanlah monopoli suatu agama dan atau bangsa tertentu.

“Jadi, siapa pun itu, apapun itu agamanya, suku bangsanya, serta ideologinya dapat melakukan tindakan terorisme yang disebabkan oleh fanatisme buta dan ekstremisme terhadap keyakinan yang dianut,” tegasnya.

Maka dari itu, DPP IMM mendesak otoritas hukum di Selandia Baru dapat memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap para pelaku tindak terorisme di negaranya.

“Pemerintah Selandia Baru harus pula memberikan jaminan keamanan terhadap umat Islam dalam menjalankan aktivitas keagamaannya,” harapnya.

Ia melanjutkan, DPP IMM juga mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk turut aktif menyuarakan kecaman umat Islam Indonesia terkait peristiwa terorisme ini kepada dunia internasional.

“Duka cita menyelimuti umat Islam dan warga dunia atas insiden teror yang menimpa warga Muslim di Christchurch. Mesjid Al Noor dan Linwood kini menjadi saksi bisu perilaku psikopat berupa penembakan terhadap jamaah shalat Jumat,” ungkapnya.

Pria asal Lamongan itu pun mendoakan korban meninggal dalam tindak terorisme itu diberi kesyahidan dan diberi tempat yang mulia di sisi Allah SWT. “Mudah-mudahan keluarga dan kerabat yang ditinggalkan juga diberi kesabaran dan ketabahan,” pintanya.

Alumni UINSA Surabaya itu menyatakan, untuk mengantisipasi peristiwa serupa terjadi lagi, DPP IMM mendorong upaya-upaya dialog antarbudaya dan peradaban guna menghilangkan prasangka buruk antar-entitas yang berbeda.

“Sikap saling curiga hanya akan menebarkan kebencian satu sama lain. Yang dalam bentuk yang ekstrem, kebencian dapat berubah menjadi aksi terorisme,” ucapnya. (Aan)