Saat 1000 Siswa Meriahkan AKMT di Kota Angin

359
Pasang Iklan Murah
Penampilan Divisi Konser Utama (Happy/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lembaga Kebudayaan (LK) bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur mengadakan Aisyiyah’s Kindergarten Marching Tournament (AKMT) 2019.

Ajang lomba drumband antar-TK Aisyiyah se-Jawa Timur dua tahunan yang diikuti lebih 1000 siswa dari 27 TK ini digelar di Gedung Juang 45 Kota Nganjuk, Ahad (17/3/19).

iklan

Ada beberapa divisi yang dilombakan, yakni: Konser Pratama A, Konser Pratama B, Konser Pemula, Konser Utama, Display Pemula, dan Display Utama.

Ketua LK PWA Dra Hj Suharti MSi menjelaskan, lomba ini sudah dipersiapkan sejak akhr Desember 2019. Dia menjelaskan, karena di AKMT tahun 2017 ada usulan kalau lomba diadakan tidak hanya di kota Sidoarjo tetapi di kota lain juga.

“Akhirnya setelah menyampaikan kepada Ketua PWA dan menemui Ketua PDA (Pimpinan Daerah Aisyiyah) Nganjuk dan mengiyakan, kita mengadakan AKMT 2019 di Kota Nganjuk ini,” jelasnya kepada PWMU.CO.

Dia mengaku tidak menemukan kendala selama persiapan lomba. Selain dari PWA, kepanitiaan dan akomodasi dibantu oleh PDA Nganjuk. Untuk teknis lapangan dibantu oleh IIR Production yang diketuai oleh Abdul Salam. “Alhamdulillah semua membantu dan mendukung, terutama dari pihak tuan rumah. Sinergisitasnya inten sehingga AMKT ini berjalan dengan lancar di Kota Angin ini,” ucapnya.

Yang lebih menyemangati, lanjut Bu Harti—sapaannya—ada SD Aisyiyah yang berdiri di kota ini. SD Aisyiyah ini dirintis tahun 2001. “Masyarakat pada umumnya jadi tahu kalau ada sekolah SD Aisyiyah pertama yang didirikan di Kota Nganjuk,” tambahnya. Kelompok drumband SD ini juga mengisi acara hiburan di sela-sela lomba.

Adanya AKMT ini, jelasnya, agar masyarakat mengetahui bahwa TK Aisyiyah itu sangat berdaya. Di samping itu, menumbuhkan karakter pantang menyerah, daya juang yang tinggi kreativitas, disiplin, dan kerjasama.

“Tidak lepas juga dari pendidikan karakter religius, karena peserta putri yang tertutup bajunya dan mengenakan jilbab serta berdoa sebelum tampil lomba,” ungkapnya.

Kegiatan yang membutuhkan biaya tidak sedikit ini, ujarnya, juga menumbuhkan kerjasama antara guru dan wali murid. (Anik)