Para Jurnalis Warga Ini Diajak Belajar pada Albert Einstein

161
Pasang Iklan Murah
Hari Widianto saat memberikan sambutan. (Anis Shofatun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Apa hubungan Albert Einstein dengan para citizen journalist (jurnalis warga) yang tergabung sebagai Kontributor PWMU.CO?

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik Hari Widianto MPd punya jawabannya. “Perlu belajar dari perjalanan hidup Albert Einstein untuk dapat menjadi kontributor yang andal,” ujarnya.

Hari mengemukakan hal itu saat membuka kegiatan Road Show Milad Ke-3 PWMU.CO yang diselenggarakan di Spemdalas, Ahad (14/4/19). Pada kegiatan yang diisi dengan pelatihan menulis berita dan liputan video melalui hp itu, dia menceritakan beberapa sisi kehidupan Albert Einstein.

Menurutnya, Einstein kecil berlawanan 180 derajat dengan kejeniusan dan kesuksesannya sebagai ilmuwan terkemuka di abad 20 silam. “Masa kecil Einstein tidak menunjukkan kejeniusannya,” terangnya.

Einstein kecil, sambungnya, sering sakit-sakitan, kemampuan bicaranya lambat, serta suka marah dan melempar barang. Dia dianggap oleh teman dan gurunya mengalami keterbelakangan mental dan diindikasikan menderita sindrom asperger yang berhubungan dengan autisme.

“Titik balik kehidupan Einstein dimulai dari kesukaannya membaca,” katanya. Sejak dia menerima hadiah kompas dari pamannya, rasa keingintahunan dan ketertarikan mempelajari sains dan matematika begitu besar sehingga membawanya menjadi ahli fisika dengan teori Relativitasnya.

Terlihat para kontributor dengan semangat melakukan wawancara pada siswa penerima beasiswa dari Lazismu yang menjadi bagian praktik peliputan. (Anis Shofatun/PWMU.CO)

Dalam konteks itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP Jawa Timur periode 2018-2020, ini berpesan agar para kontributor semakin menyukai membaca yang pada akhirnya keluar ide dan gagasan melalui tulisan. “Melalui sajian berita yang aktual dan menarik pastinya akan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi pembacanya,” pesannya.

Kesuksesan Einstein sebagai peraih Nobel di bidang fisika tahun 1921 juga berkat perjuangan dan ketelatenan diri dan orangtuanya juga. “Einstein tidak pernah lulus pendidikan tingkat SMP dan SMA-nya bahkan beberapa sekolah menolaknya,” ceritanya pada 63 kontributor dari Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

“Tapi dia dan ibunya tidak pernah berhenti mencoba dan berusaha sampai akhirnya mereka bisa masuk perguruan tinggi dan menjadi profesor,” terangnya.

Hari mengungkapkan, menjadi kontributor perlu keuletan dan semangat terus menulis. Dari tulisan yang telah dibuat oleh para kontributor akan memberikan wawasan dan nuansa baru bagi pembaca, guru, siswa dan masyarakat. “Maka teruslah bersemangat menulis dan berbagi,” pesan Hari yang juga berjanji untuk bisa kembali menulis sebagaimana pernah dia lakukan saat menjadi mahasiswa.

Selaku tuan rumah Hari tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PWMU.CO yang menjadikan sekolahnya sebagai tuan rumah. “Salam semangat untuk para kontributor dan sukses buat PWMU.CO. Selamat milad ke-3,” ucapnya.

Selain di Gresik, road show dilakukan PWMU.CO di Malang Sabtu (13/4/19) dan Surabaya Ahad (20/4/19). Sedangkan puncak acara milad akan digelar pada Sabtu (27/4/19) di Gedung Muhammadiyah Jatim dengan acara kopi darat para kontributor. (Anis Shofatun)


Zaki AW dari Kongresmu yaitu Kontributor Gresik untuk PWMU.CO saat bertanya pada pembicara. (Anis Shofatun/PWMU.CO)