Demi Pengobatan Bayi Ini, Siswa SD Sumbang Dana

37
Pasang Iklan Murah
Siswa SDN Bungur berinfak untuk pengobatan Dwi Chalista. (Isa/PWMU.CO)

PWMU.CO– Sumbangan terus mengalir untuk bayi berusia enam bulan Dwi Chalista yang sakit infeksi pencernaan. Kini kondisinya semakin membaik setelah dirawat ke RSUD dr Harjono Ponorogo.

Bayi dari Dusun Godangrejo,  Ketanggung, Sudimoro, Pacitan itu sudah dua belas hari dirawat di rumah sakit. Semula dibawa ke RS Aisyiyah Ponorogo dari rumahnya oleh pengurus Lazismu. Karena butuh penanganan lebih lanjut dia dimasukkan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Ponorogo.

iklan

Sejak Rabu (19/6/19), slang oksigen di hidungnya sudah dilepas. Dia sudah bisa bernafas sendiri dengan normal. Hal ini membuat tim Lazismu Pacitan bergembira.

”Alhamdulillah, semoga doa dan upaya kita untuk kesehatannya diijabah oleh Allah swt,” kata Indah Kurnia Dewi, amil Lazismu yang dari awal gigih membantu merujuk bayi mungil ini.

Dwi Chalista anak dari buruh tani miskin dari Dusun Godangrejo yang tak mampu mengobatkan anaknya. Sakitnya makin parah sehingga membuat anak itu sering pingsan. Pengurus Lazismu yang mengetahui kondisi itu langsung mengantarnya ke rumah sakit.

Kini bantuan terus berdatangan setelah Lazismu menggalang dana. Kali ini dari siswa SDN Bungur, Tulakan. Mereka mengumpulkan sumbangan setelah acara halal bihalal di sekolahnya, Jumat (14/6/19) lalu.

Anak-anak ini menyumbang dengan  uang sakunya. Mereka memasukkan uang itu ke dalam kardus yang disediakan sekolah. ”Nyumbang sepuluh ribu boleh, Bu,” ujar Wahyu Ramadhan, siswa kelas 1.

”Boleh. Lebih juga boleh, yang minta kembalian juga boleh,” jawab Sulis Widyawati,  guru kelasnya  yang ikut mengedarkan tempat infak ke kelas.

Ikhwan lain lagi. Dia membawa uang yang diperoleh saat unjung-unjung Lebaran. ”Kemarin sebagian sudah saya belikan petasan. Ini sisanya saya sumbangkan,” kata Ikhwan, siswa kelas 3.

Kepala SDN Bungur Mispani SPd mengatakan, penggalangan dana spontan ini upaya sekolah untuk mengajarkan jiwa menolong pada sesama. ”Aksi seperti ini juga sebagai latihan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial siswa,” ujarnya.

Selesai diedarkan hasil kotak infak dihitung. Terkumpul uang Rp 546.000. Semuanya diserahkan ke Lazimus untuk biaya perawatan Dwi Chalista.

Minhatul Hani’ah, Bagian Keuangan Lazismu Pacitan, menerangkan, penggalangan dana untuk perawatan Dwi Chalista sudah terkumpul Rp 12 juta. ”Kami masih menggalang dana ini karena belum tahu sampai kapan dia dibolehkan pulang,” kata Minhatul.  (Muh. Isa Ansori)