Bulan Ramadan memiliki lima kemuliaan yang dijabarkan oleh Abdul Mu’ti dalam ceramah tarawih di Masjid Al-Falah Bendungan Hilir, Senin (23/2/2026), menekankan fadilah ibadah yang sempurna di bulan suci.
Pertama: Syahrul Magfirah – Bulan Ampunan
Ramadan disebut Syahrul Magfirah, bulan ampunan. Seperti hadis:
“Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari & Muslim).
Abdul Mu’ti mengingatkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar, doa seperti “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah) agar ampunan Allah tercapai.
Kedua: Syahrul Syam – Bulan Puasa
Bulan Ramadan menjadi Syahrul Syam, bulan puasa bagi yang menjalankannya. Bagi yang sakit atau dalam perjalanan, terdapat rukhsah, namun berpuasa tetap utama.
Lingkungan sosial yang mendukung turut memperkuat motivasi berpuasa, baik di keluarga maupun di tempat kerja, tutur Mu’ti.
Ketiga: Syahrul Quran – Bulan Al-Qur’an
Ramadan adalah Syahrul Quran, bulan turunnya Al-Qur’an. Seperti tertuang dalam Surah Al-Baqarah [2]:185:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda.”
Mu’ti menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memperbanyak frekuensi bacaannya.
Keempat: Syahrul Shodaqah – Bulan Sedekah
Ramadan disebut Syahrul Shodaqah, bulan sedekah. Rasulullah SAW adalah pribadi paling dermawan, terutama di bulan Ramadan saat bertemu Jibril (HR. Bukhari).
Memberikan sedekah dengan niat tulus, sesuai kemampuan, dan penuh cinta adalah bagian dari gerakan filantropi Islam.
Kelima: Syahrul Ukhuwah – Bulan Persaudaraan
Bulan Ramadan memperkuat persaudaraan (Syahrul Ukhuwah) melalui kegiatan seperti buka puasa bersama. Hadis menyebut,
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun” (HR. Tirmidzi).
Buka bersama di Indonesia juga diikuti oleh non-Muslim, menegaskan nilai ukhuwah universal.
Pesan Penutup: Momentum Ramadan untuk Beramal
Mu’ti menekankan, Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas diri melalui ibadah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan membangun persaudaraan.
Dengan mengisi Ramadan secara produktif dan bermanfaat, umat Islam dapat meraih keberkahan dunia dan akhirat.






0 Tanggapan
Empty Comments