Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Abdul Mu’ti Ungkap Makna Mohon Maaf Lahir Batin Tradisi Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Abdul Mu’ti Ungkap Makna Mohon Maaf Lahir Batin Tradisi Indonesia
Prof. Abdul Mu'ti menyampaikan tausiyah dalam Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar PDM Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/4/2026). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menyoroti kekhasan tradisi Halalbihalal di Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. Salah satu yang paling menonjol adalah ungkapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dalam merayakan Idulfitri.

Dalam ceramahnya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa di berbagai negara, tradisi selepas salat Idulfitri umumnya hanya diisi dengan salaman dan ucapan “Eid Mubarak” yang bermakna hari raya yang diberkahi. Namun, masyarakat Indonesia memiliki tradisi yang lebih lengkap dan sarat makna spiritual.

“Kita memulainya dengan doa sesuai hadis Nabi, yakni ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’, yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. Kemudian, kita melengkapinya dengan kalimat ‘Minal Aidin wal Faizin’,” tuturnya di hadapan ribuan warga Muhammadiyah yang tumpah ruah di halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen dalam mengikuti Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Jumat (2/4/2026).

Dia menambahkan, rangkaian ucapan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya merayakan Idulfitri secara seremonial, tetapi juga mengisinya dengan nilai-nilai doa, harapan, dan penyucian diri.

Menurut Mu’ti, ungkapan “Minal Aidin wal Faizin” sejatinya adalah doa yang mencerminkan harapan agar setiap Muslim kembali pada fitrah serta menjadi pribadi yang menang dalam perjuangan spiritual setelah Ramadan.

“Kita sebenarnya sedang saling mendoakan agar termasuk golongan yang kembali suci dan meraih kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pria asal Kudus itu mengingatkan tiga ciri utama orang bertakwa kepada Allah. Pertama, gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kedua, mampu mengendalikan amarah sehingga tidak mudah tersulut emosi dalam berbagai situasi kehidupan. Ketiga, memiliki sifat pemaaf sebagai bentuk kesempurnaan perjalanan spiritual seorang Muslim.

Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan indikator penting keberhasilan seseorang dalam menjalani ibadah Ramadan dan mempertahankan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya etos kerja yang terintegrasi untuk memajukan organisasi dan daerah. Ia menyebut bahwa kebersamaan dan semangat berkhidmat harus terus dijaga oleh seluruh warga Muhammadiyah.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Muhammadiyah atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah organisasi.

“Selaku pribadi dan pimpinan daerah, saya memohon maaf lahir dan batin jika dalam berinteraksi maupun mengemban amanat organisasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kekeliruan dalam aktivitas keseharian,” ungkapnya.

Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, turut memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membantu pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah telah berjalan dengan sangat baik dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Sinergi yang terjalin selama ini luar biasa. Separuh persoalan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, terbantu oleh warga Muhammadiyah. Maka, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk bekerja sama dan dekat dengan Muhammadiyah dalam upaya memajukan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡