Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Abdul Rosyad Sholeh Wafat: Teladan Organisator Muhammadiyah Tulen

Iklan Landscape Smamda
Abdul Rosyad Sholeh Wafat: Teladan Organisator Muhammadiyah Tulen
pwmu.co -

Informasi duka tersebut diumumkan melalui situs resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, Rabu pukul 17.36 WIB. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya tokoh senior yang akrab disapa Pak Rosyad tersebut.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di jannatun na’im. Semoga Allah Swt memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tulis pernyataan resmi PP Muhammadiyah.

Teladan Kader Sejati

Dikutip dalam Ibtimes.Id Pak Rosyad dikenal sebagai organisator Muhammadiyah sejati. Ia menapaki jalan panjang dalam persyarikatan dari tingkat bawah hingga ke pucuk pimpinan. Di masa tuanya, ia tetap aktif dan bergembira dalam bermuhammadiyah.

“Pak Rosyad orang yang tindakan dan kata-katanya sejalan. Kemuhammadiyahannya seratus persen,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. “Ia menjalankan laku organisasi Muhammadiyah sebagai pilihan hidup yang ditempuh dengan ikhlas dan penuh dedikasi.”

Dalam perjalanan hidupnya, Pak Rosyad memang menunjukkan jalan cinta dan pengabdian pada Muhammadiyah. Saat mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah, ia menuliskan perasaannya, “Hati ini bukan buku, yang bila telah usai dibaca bisa langsung ditutup, dan sangat mungkin tidak dibuka lagi. Tapi kuyakini, ketika langkah sudah kuayunkan, harus mantap.”

Jejak Kehidupan

Abdul Rosyad Sholeh lahir dari pasangan KH Ahmad Soleh Hasyim dan Hj Siti Mursyidah. Ayahandanya adalah ulama yang pernah menimba ilmu di Masjidil Haram, Mekkah, sebelum akhirnya kembali ke tanah air pasca-kemerdekaan Indonesia.

Rosyad kecil menjadi yatim sejak usia delapan tahun. Tahun 1949, ia dikirim menuntut ilmu ke Pondok Pesantren dan Madrasah As-Salam Cepu, yang diasuh KH Utsman, menantu KH Mohammad Hasyim. Di situlah ia mulai mendalami ilmu agama secara serius.

Perjalanan hidupnya pun seperti petualangan. Ia tumbuh di Bojonegoro, lalu pindah ke Yogyakarta, Medan, hingga kembali ke Yogyakarta. Di masa mudanya, ia aktif dalam berbagai kegiatan persyarikatan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kecintaannya kepada Muhammadiyah tumbuh di bangku PHIN (Pendidikan Hakim Islam Negeri) Yogyakarta. Di sana ia belajar dari tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Djarnawi Hadikusumo, yang mengajarkan prinsip gerakan tajdid dan hidup mengalir tanpa riak.

Pengabdian Tanpa Batas

Karier organisasinya di Muhammadiyah terentang panjang. Ia pernah menjabat Ketua PP Muhammadiyah (1985–1990), Wakil Ketua PP Muhammadiyah (2000–2005), Sekretaris Umum (2005–2010), dan kemudian menjadi konsultan ahli hingga akhir hayatnya.

Pak Rosyad menjadi rujukan para pimpinan muda Muhammadiyah, tak hanya karena pengalamannya, tapi juga karena keteladanannya yang sulit tergantikan. Ia adalah sosok yang dirindukan nasihatnya, kehangatannya, dan pandangannya dalam menghadapi dinamika persyarikatan.

Kini, Muhammadiyah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tetapi jejak perjuangan dan semangat Pak Rosyad Sholeh akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus Muhammadiyah.

Selamat jalan Pak Rosyad. Jasamu abadi dalam sejarah dakwah dan organisasi ini. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu