Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Agus Wahyudi: Tantangan Pers di Depan Mata, PWMU Harus Siap

Iklan Landscape Smamda
Agus Wahyudi: Tantangan Pers di Depan Mata, PWMU Harus Siap
Agus Wahyudi ketika Menyampaikan Materi (Jabir/PWMU.CO)
pwmu.co -

Media komunitas kita hari ini dituntut mengikuti standar profesional pers, termasuk sertifikasi Dewan Pers. Hal itu disampaikan Agus Wahyudi, Pemimpin Redaksi PWMU.CO, dalam agenda Rapat Kerja dan Bengkel Jurnalistik PWMU yang berlangsung di Graha Umsida, Selasa (2/9/2025).

Menurut Agus, meski PWMU.CO berbasis komunitas, perangkat sertifikasi tetap penting dipenuhi. Salah satunya dengan mendorong wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). “Karena bisa saja narasumber menolak jika wartawan yang mengajukan wawancara belum tersertifikasi, tapi keputusan ini belum tahu kapan akan diputuskan dalam dunia profesionalisme pers,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan tantangan dunia pers akan semakin besar bila media tidak mempersiapkan langkah sejak dini. Karena itu, penguatan kualitas wartawan dan tata kelola redaksi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Dalam paparannya, Agus juga menekankan pentingnya memahami ekosistem pembaca. Menurutnya, mayoritas pembaca datang dari dua jalur: direct traffic dan organic traffic. “Nah, kita perlu tahu kata apa yang paling sering dicari, digunakan, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Sebagai contoh, orang lebih sering mencari kata TV dibandingkan kata televisi. Kata sederhana inilah yang sangat mempengaruhi eksplorasi orang menemukan artikel kamu,” jelasnya.

Ia menyarankan penggunaan Google Trends untuk menentukan kata kunci yang relevan. Selain itu, penulisan headline harus kuat, lugas, dan merepresentasikan isi berita. “Jangan membuat judul yang menipu pembaca, karena pada akhirnya hanya merusak minat pembaca dan branding yang sedang kamu bangun,” tegasnya.

Agus juga mengingatkan pentingnya ilustrasi yang relevan dengan isi berita. Foto atau gambar wajib dilengkapi caption yang sesuai dengan kata kunci. Sementara itu, paragraf awal (lead) dan akhir (epilog) juga harus diperhatikan karena menentukan daya tarik pembaca di mesin pencari.

Dalam sesi diskusi, peserta raker menanyakan berbagai hal, termasuk soal tanggung jawab bila terjadi kekeliruan dalam naskah berita. Menanggapi itu, Agus mendorong peserta agar tidak takut menulis.

Masalah dalam tulisan di dunia pers sudah di atur dalam undang-undang pers. Mulai dari hak jawab dan seterusnya. Agus menekankan kembali agar para penulis maupun editor tidak mengkhawatirkan jika terdapat masalah di ranah publik.

“Saya berharap bapak-ibu di sini bisa menulis peristiwa dengan sudut pandang yang bermacam-macam, dan PWMU.CO sudah menyediakan beberapa rubrik mulai dari opini, oase, kajian, dan seterusnya,” katanya.

Lebih jauh, Agus mengingatkan bahwa konten di PWMU.CO perlu memiliki nilai kebaruan, sudut pandang berbeda, serta tetap beririsan dengan Muhammadiyah. Tidak semua peristiwa umum bisa dimuat, melainkan harus dipilah sesuai karakter media komunitas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu