Search
Menu
Mode Gelap

Akademi Dai Digital Muhammadiyah Dorong Peserta Ciptakan Konten-Konten Dakwah yang Kreatif

Akademi Dai Digital Muhammadiyah Dorong Peserta Ciptakan Konten-Konten Dakwah yang Kreatif
pwmu.co -
LDK PWM Jatim saat mengikuti Akademi Dai Digital Muhammadiyah (Andi Hariyadi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Antusiasme peserta dalam mengikuti Akademi Dai Digital Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat tinggi.

Sejak pembukaan pada Sabtu pagi (21/6/2025) hingga malam hari, para peserta tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tampak aktif menyimak pemaparan materi, berdiskusi, dan mendalami setiap topik yang disampaikan, seolah tanpa rasa lelah.

Hal tersebut disampaikan oleh salah Akademi Dai Digital Muhammadiyah utusan LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Koko Susanto di sela-sela acara. Dalam mengikuti kegiatan ini, Koko Susanto tidak sendirian. Ia didampingi oleh Ustadz Soedjono, Ustadz Aris, Ustadz Mush’ab, dan Ustadz Andi Hariyadi.

Ustadz Koko, begitu panggilan akrabnya, menambahkan bahwa para peserta Akademi Dai Digital sangat aktif dan responsif. Hal ini menciptakan suasana yang berkesan, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para dai untuk menunjukkan kemampuan dan kekhasannya masing-masing.

“Rasa mengantuk pun bisa teratasi berkat pemaparan para narasumber yang begitu aktif dan inovatif. Peserta tidak hanya merasa senang, tetapi juga terinspirasi untuk memproduksi konten-konten dakwah yang kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Soedjono menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam memperluas jangkauan dakwah. Oleh karena itu, perlu ditindaklanjuti dengan produksi konten dakwah yang kreatif.

Krai diuntal karo pace, dai digital pancen oke!,” ucapnya sambil berseloroh.

Dalam kegiatan ini, materi pertama disampaikan oleh Ketua LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Moch Arifin.

Ia memaparkan materi tentang Dakwah Muhammadiyah dan Disrupsi Digital, dan menyatakan bahwa Akademi Dai Digital Muhammadiyah mengusung tema “Dakwah Transformasi di Era Digital”.

“Melalui tema ini, diharapkan para dai memiliki kemauan yang tinggi untuk memproduksi konten-konten digital yang positif dan kreatif sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurutnya, agenda Akademi Dai Digital Muhammadiyah merupakan bentuk kolaborasi antara LDK dan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rangka memperkuat dakwah di era digital saat ini.

Materi kedua disampaikan oleh Indriyatno Banyumurti yang menguraikan topik Literasi Digital: Digital Safety. Ia menyampaikan bahwa saat ini akses terhadap berbagai aplikasi digital sangat mudah, sehingga jika tidak disertai kewaspadaan, berpotensi menimbulkan berbagai bentuk kejahatan digital.

“Sobat LDK harus lebih hati-hati dan bijak dalam bermedia digital,” pesannya.

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Hasanul Rizqa yang menguraikan topik Teknik Menulis Konten Dakwah. Ia menekankan bahwa perkembangan dakwah saat ini tidak dapat dipisahkan dari media digital, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menghadirkan syiar Islam di dunia maya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Materi keempat disampaikan oleh Deni Mulya yang membahas tentang memahami penggunaan Search Engine Optimization (SEO). Ia menjelaskan bahwa SEO merupakan salah satu cara untuk memudahkan pencarian konten di mesin pencari seperti Google, agar dakwah digital tetap relevan dan mudah diakses.

Suasana malam semakin semarak dengan kehadiran pemateri yang mampu memantik ide-ide kreatif dalam bermedia sosial. Hal ini tampak dalam penyampaian materi kelima yang bertajuk Manajemen Konten Media Digital dan Strategi Distribusi oleh Dr Rulli Nashrullah.

“Ketika kita sudah bersusah payah membuat konten dakwah tetapi respons yang didapat masih sedikit, maka di dunia media sosial kita perlu membuat konten yang memiliki ciri khas dan disampaikan dengan cara yang berbeda,” ungkap Rulli Nashrullah.

Pada Ahad (22/6/2025), kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi keenam bertema Teknik Konten Video Dakwah oleh Abdul Malik. Ia menyampaikan bahwa karya konten dakwah dapat menjadi bentuk sedekah jariyah. Oleh karena itu, berbagai fasilitas digital yang tersedia sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin agar dakwah kita dapat disampaikan dengan lebih baik dan menjangkau lebih luas.

Selanjutnya materi ketujuh disampaikan oleh MH Holis tentang “Produksi Media Sosial dan Praktik”.

“Strategi membuat video yang efektif dapat dilakukan dengan cara yang natural. Perhatikan efektivitas penyampaian pesan serta pilih lokasi dengan pencahayaan yang memadai,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing session bertajuk “Penguatan Identitas Media Afiliasi Muhammadiyah di Era Digital” yang disampaikan oleh perwakilan dari Medkom Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kang Aan.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya merespons media digital dengan penggunaan kata-kata yang tepat dan bijak. Ia juga mengajak peserta untuk mempelajari Fiqih Informasi Produk Muhammadiyah sebagai pedoman dalam menghadapi dinamika di media sosial.

“Gerakkan sedekah like dan komentar sebagai bentuk apresiasi yang luar biasa di era digital,” pesannya. (*)

Penulis Andi Hariyadi Editor Ni’matul Faizah

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments