Upaya Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi dalam memperkuat dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital terus digiatkan.
Melalui Bidang Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi menyelenggarakan Pelatihan Akademik Dai Digital pada Sabtu (17/1/2026), bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi.
Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri atas muballigh dan muballighah angkatan 1 dan 2 serta perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Banyuwangi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Banyuwangi, Abdul Latief, S.H., M.Pd.I, Ketua ‘Aisyiyah Banyuwangi, Laili Damayanti, serta jajaran PCM Rogojampi.
Akademik Dai Digital dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB sebagai ikhtiar strategis dalam menyiapkan da’i dan da’iyah Muhammadiyah yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama al-Quran dan Sunnah. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh siswa SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya.
Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Atok Fahludi, S.H.I, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Banyuwangi, Abdul Latief, S.H., M.Pd.I.
Acara pembukaan ditutup dengan doa oleh Slamet Hidayat, S.Pd.I, dan sesi foto bersama.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan Manajemen Konten Media Digital yang disampaikan oleh Ahmad Fauzi Nurul Aziz.

Ia mengawali pemaparannya dengan pertanyaan reflektif kepada peserta mengenai makna kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Beragam jawaban muncul dari peserta, yang kemudian disambut pemateri dengan selingan humor “AI adalah Aku Iso,” sehingga suasana kelas menjadi lebih cair dan komunikatif.
Melalui materi tersebut, Ahmad Fauzi menegaskan pentingnya perubahan paradigma da’i di era digital, dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten dakwah yang kreatif dan bertanggung jawab.
Ia juga membagikan sejumlah tips teknis pembuatan konten video dakwah agar menarik dan efektif, di antaranya penggunaan kamera berkualitas HD, kehadiran talent yang komunikatif, pemanfaatan tripod dan mikrofon, serta pentingnya peran cameramen, editor, dan aplikasi pendukung pengolahan konten.
Materi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Ichwan, S.H.I, yang membahas teknik menulis konten dakwah digital.
Dalam paparannya, peserta diajak memahami bagaimana merangkai pesan dakwah yang singkat, jelas, dan kontekstual, sekaligus tetap menjaga kedalaman makna dan etika komunikasi Islam di ruang digital.
Sesi selanjutnya diisi oleh Mirta Jhoswanda, S.Kom, yang menyampaikan materi teknik pembuatan video konten digital.
Materi ini menekankan pada tahapan produksi konten dakwah, mulai dari perencanaan, pengambilan gambar, hingga pengolahan sederhana agar pesan dakwah dapat tersampaikan secara visual dengan lebih efektif.
Rangkaian Akademik Dai Digital Muhammadiyah Banyuwangi ditutup dengan penutupan resmi kegiatan, dilanjutkan pengumuman juara, pembagian sertifikat kepada seluruh peserta, serta penegasan komitmen bersama untuk terus mengembangkan dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan melalui media digital.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments