Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia, Prof Dr Khairul Anwar Mastor Jadi Nara Sumber Diskusi di UMMAD

Iklan Landscape Smamda
Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia, Prof Dr Khairul Anwar Mastor Jadi Nara Sumber Diskusi di UMMAD
Academic fellow Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Prof. Khairul Anwar Mastor, MA mengisi diskusi di UMMAD (Humas UMMAD/PWMU.CO)
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) melaksanakan Diskusi bertema “Pengembangan Kesarjanaan sebagai Dosen yang Mandiri dan Berwibawa, Kamis (25/9/2025).

DIskusi sekaligus sharing yang dihelat di hall kampus I UMMAD ini menghadirkan Prof. Dr. Khairul Anwar Mastor, M.A, Academic Fellow Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) diikut seluruh tenaga pengajar UMMAD.

Prof Khairul Anwar Mastor, M.A telah menjadi visiting scholar selama 33 tahun dengan terlibat dalam penelitian pengajaran, perkuliahan atau berkolaborasi dengan dosen di banyak universitas di Eropa, AS, Asia termasuk Indonesia.

Sejumlah universitas di AS yang menjadi tempat visiting scholars Prof Khairul Anwar Mastor, M.A adalah University of Illinois Urbanna Campaign, Washington State University, University of Oregon.

Sedang di Eropa, Prof Khairul Anwar Mastor melakukan visiting scholars di Universite de Lausanne (Swiss), Universitat Zurich (Swiss) dan Humboldy Universitat Zu Berlin (Jerman).

Lalu di Asia menjadi visiting scholars di University of Sharjah (UEA), Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (Indonesia).

Penyampai Ilmu Pengetahuan

Dalam kesempatan menyampaikan materi diskusinya, Prof Khairul Anwar Mastor menyampaikan, tugas utama dosen adalah menyampaikan ilmu pengetahuan. Namun pada saat yang sama dosen itu harus menambah ilmu pengetahuan yang dimiliki agar dapat dibagi kepada mahasiswa.

“Tugas utama dosen menyampaikan ilmu. Tapi pada masa yang sama dirinya sendiri ditambahi ilmu supaya dapat dikongsikan dengan mahasiswa,” terang professor di Fakulti Kepimpinan dan Pengurusan USIM itu.

Menurut Prof Khairul Anwar Mastor, dosen tidak boleh berpuas hati walaupun sudah punya gelar S2 dan bahkan S3. Namun harus terus menerus belajar untuk mengembangkan kemampuan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Supaya bila kita membimbing kita juga perlu menguasai bidang sebaik-baiknya. Kita harus terus update our knowledge (perbarui pengetahuan). Harus gembira dalam menuntut ilmu, tidak jenuh untuk mengembangkan kesarjanaan,” kata Prof Khairul.

Makna kesarjanaan itu adalah pemikir, thinker. Untuk menjadi sarjana yang tulen harus banyak membaca, membaca jurnal secara langsung, secara manual. Dan hal tersebut saat ini menjadi masalah ditengah maraknya menggunaan AI seperti chat GPT untuk  memperoleh ilmu pengetahuan.

Dengan menggunakan AI seperti Chat GPT untuk menyelesaikan tugas jadi gampang. Namun masalahnya, otak orang tidak diajak untuk berpikir.

AI become assistant (jadi asisten), ChatGpt become our assistant (asisten).  Yes, it helps to getting information faster, processing information faster (Ya itu membantu mendapatkan informasi lebih cepat. Tapi proses berfikir, mensintesis knowledge tidak lagi dialami our brain (otak). We to much relliance on the Chatgpt (Kita sangat tergantung pada ChatGpt),” jelas Prof. Khairul.

Sementara itu salah satu dosen UMMAD, Riza Kurniawan, M.Psi menyampakan Prof Khairul Anwar Mastor mendoorng dosen untuk tidak terlena dengan keberadaan teknologi seperti AI atau kecerdasan buatan karena dampak yang ditimbulkan sangat tidak baik.

“Jika terlena dengan teknologi itu maka kita akan menjadi malas untuk membaca dan menggantungkan segala tugas dengan teknologi itu. Jadi otakkita seakan tidak terasa padahal dosen itu peneliti dalam tridharma sebagai dosen,” terang Dosen Prodi Psikologi UMMAD tersebut. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡