Mengakhiri bulan Ramadan 1447 H, tidak sedikit himbauan agar umat Islam menjalankan puasa sunnah 6 hari Syawal. Sangat dimafhumi jika dalam bulan Syawal terdapat amalan ibadah sunnah, yaitu puasa Syawal.
Puasa 6 hari di bulan Syawal ini menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan. Sebab, memiliki keutamaan besar. Bahkan disebut bernilai pahala seperti berpuasa selama setahun.
“Man shaama Ramadlaana tsumma atba’ahu sittan min syawwaali kaana kashiyaamid dahr,” begitu bunyi hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Turmudzi, Ibnu Majjah, dan Abu Dawud.
“Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun penuh,” begitu terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia.
Puasa Syawal ini dikerjakan selama 6 hari di bulan Syawal. Tentu saja selain tanggal 1 Syawal yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Sebab, Idulfitri adalah salah satu hari yang umat Islam diharamkan berpuasa, selain Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan 3 hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
“Apabila Anda telah selesai berpuasa Ramadhan, maka berpuasalah enam hari dalam bulan Syawal (lakukan sesudah Hari Raya Idul Fitri), Anda lakukan secara berturut-turut atau berpisah-pisah,” bunyi Keputusan Munas Tarjih ke-26 di Padang tahun 2003 j.o. Keputusan Muktamar Tarjih XXI di Klaten tahun 1980 tentang Puasa Tathawu’.
Puasa ini dapat dilakukan kapan saja selama masih berada dalam bulan Syawal. Baik secara berturut-turut maupun terpisah. Kelonggaran ini berdasarkan pada keumuman matan hadis puasa Syawal, tanpa adanya ta’yin (penjelasan berturut-turut atau berpisah-pisah).
Puasa sunah selama enam hari ini boleh dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, baik di awal, tengah, maupun akhir bulan. Karena puasa Syawal hanya bisa dilakukan di bulan Syawal, maka ada batas waktu pelaksanaannya. Dimulai sejak tanggal 2 Syawal sampai akhir bulan, sebelum masuk bulan Zulkaidah.
Lantas kapan batas awal puasa Syawal untuk tahun 2026 ini dapat dimulai? Mengacu pada penanggalan 1 Syawal 1447 H yang jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, maka puasa Syawal dapat dilakukan sejak 21 Maret 2026.
Lantas kapan batas akhir puasa Syawal pada 2026 ini? Tentu saja sampai akhir bulan, atau sebelum bulan Zulkaidah. Untuk diketahui, bulan Syawal 1447 H ini berusia 29 hari. Sehingga akhir Syawal, adalah 17 April 2026.
Yang patut diketahui, puasa sunah selama 6 hari ini boleh dilakukan kapan saja selama bulan Syawal. Baik di awal, tengah, maupun akhir bulan. Yang patut diingat, jika memang ingin mengakhirkannya, maka batas akhir mulai puasanya adalah tanggal 12 April 2026.
Sebab, bulan Syawal 1447 H akan berakhir pada 17 April 2026. Jika ingin menggenapkan 6 hari, standar minimalnya memang dilakukan 12, 13, 14, 15, 16, dan 17 April 2026.
Itu standar minimalnya. Tapi sungguh keterlaluan jika puasa Syawal mengambil hari yang mepet di akhir bulan Syawal itu. Bukankah selama Syawal 1447 H ini tersedia 27 hari untuk mengambil 6 di antaranya?





0 Tanggapan
Empty Comments