Komitmen membangun generasi Qur’ani terus diteguhkan SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan Sidoarjo. Tahun ini, sebanyak 62 siswa dari kelas XI dan XII akan dikukuhkan sebagai pengajar Al-Qur’an metode Ummi. Prosesi dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026 mendatang.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Smamuga, Hartatik S.Pd, dalam Rapat Sidang Kelulusan Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026. Digelar di aula lantai 3 sekolah, sebanyak 62 siswa-siswi dinyatakan lulus sebagai pengajar Al-Qur’an metode Ummi, Senin (4/5/2026).

Dalam arahannya, Hartatik menegaskan bahwa program sertifikasi pengajar Al-Qur’an metode Ummi bukan sekadar seremonial. Melainkan bagian strategis dalam membentuk karakter siswa.
“Alhamdulillah, setiap tahun jumlah peserta yang dikukuhkan terus meningkat. Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca. Tapi juga mengajarkan Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengukuhan akan dilaksanakan di gedung baru SMP Muhammadiyah 10 Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo Kota. Seluruh persiapan telah dikoordinasikan secara matang oleh tim Ummi Smamuga bersama jajaran wakil kepala sekolah dan para pengajar.
Ketua Koordinator Ummi Smamuga, Ustadz M Ridho Naufal Amien, memastikan kesiapan kegiatan telah mencapai tahap akhir. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai, Selasa (5/5/2026).
“Kepanitiaan sudah terbentuk sejak awal bersamaan dengan proses sertifikasi. Untuk pengukuhan, kesiapan sudah sekitar 90 persen. Saat ini tinggal fokus pada pelatihan siswa yang akan tampil,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai aspek teknis telah dipersiapkan secara rinci, mulai dari administrasi, konsumsi tamu, hingga penataan gedung dan panggung. Tidak hanya itu, siswa juga dilatih menjalani seluruh rangkaian prosesi.
“Mulai kirab, naik panggung, pengambilan sertifikat, uji publik, hingga microteaching sudah kami siapkan. Ini penting agar siswa tidak hanya siap secara kemampuan, tetapi juga mental saat tampil,” jelasnya.
Naufal mengungkapkan, ada sejumlah perbedaan pada pengukuhan tahun ini dibandingkan sebelumnya. Selain jumlah peserta yang meningkat, terutama dari siswa kelas XI dan didominasi peserta perempuan, lokasi kegiatan juga lebih representatif.
“Gedungnya lebih memadai dari sisi fasilitas, sehingga diharapkan pelaksanaan lebih maksimal dan khidmat,” imbuhnya.
Syiar Al-Qur’an dan Semangat Menjaga Kalam Ilahi
Lebih dari sekadar seremoni, pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Semoga pengukuhan ini menjadi syiar Al-Qur’an. Sehingga sekolah, orang tua, dan masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an. Anak-anak yang dikukuhkan juga diharapkan semakin semangat menjadi penjaga Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia juga memberikan pesan khusus bagi siswa yang belum lulus sertifikasi tahun ini.
“Tidak ada kata gagal dalam belajar. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan. Bagi yang belum lolos, buktikan bahwa tahun depan mereka yang akan dikukuhkan,” pesannya penuh motivasi.
Di akhir wawancara, Naufal menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada sekolah yang terus mendukung program Ummi. Kepada orang tua yang mendoakan dan mendukung, serta kepada para ustadz-ustadzah yang telah mendidik dengan penuh keikhlasan. Juga kepada siswa yang telah berjuang dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.
Ia menutup dengan harapan agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat luas. Sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Pengukuhan ini menjadi bukti nyata bahwa Smamuga tidak hanya mencetak lulusan akademis. Tapi juga generasi yang siap menjadi penjaga dan pengajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments