Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Qurban: Makna, Hukum, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Iklan Landscape Smamda
Qurban: Makna, Hukum, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Qurban: Makna, Hukum, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Oleh : Ali Muchsin Wakil Ketua Badan Koordinasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo (BKMM), Sekretaris Dikdasmen & PNF Candi Sidoarjo

Qurban merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik. Ibadah ini bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, wujud ketaatan, keikhlasan, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

Allah SWT berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa inti ibadah qurban bukan pada daging atau darah hewan semata, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan hati orang yang melaksanakannya.

Kata qurban berasal dari bahasa Arab:

قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبًا وَقُرْبَانًا

Yang berarti “dekat” atau “pendekatan”.

Secara istilah, qurban adalah:

“Usaha pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan ternak sesuai tuntunan syariat untuk mencari keridaan-Nya.”

Ibadah qurban juga dikenal sebagai udhiyah, yaitu penyembelihan hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah kepada Allah SWT.

Hukum dan Keutamaan Qurban

Menyembelih hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).

Banyak hadis menjelaskan keutamaan ibadah qurban, di antaranya:

  1. Amalan yang Dicintai Allah

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban.”

Hadis ini menunjukkan besarnya nilai ibadah qurban di sisi Allah SWT.

  1. Mendapat Pahala Kebaikan

Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Apa yang kami peroleh dari qurban itu?”

Beliau menjawab:

“Pada setiap helai bulunya terdapat satu kebaikan.”

  1. Ancaman bagi yang Mampu Tetapi Tidak Berqurban

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mempunyai kemampuan untuk berqurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”

Hadis ini menunjukkan pentingnya ibadah qurban bagi orang yang memiliki kemampuan.

Waktu Penyembelihan Qurban

Waktu penyembelihan qurban dimulai:

  • Setelah salat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah
  • Hingga akhir hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka hendaklah ia mengulanginya.”

Dengan demikian, penyembelihan sebelum salat Id tidak dihitung sebagai ibadah qurban.

SMPM 5 Pucang SBY

Tata Cara dan Adab Menyembelih Qurban

  1. Membaca Basmalah dan Takbir

Ketika menyembelih hewan qurban, dianjurkan membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

  1. Menghadap Kiblat

Hewan qurban dianjurkan dihadapkan ke arah kiblat ketika akan disembelih.

  1. Menggunakan Pisau yang Tajam

Rasulullah SAW memerintahkan agar pisau diasah dengan baik supaya hewan tidak tersiksa.

Beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik.”

  1. Dilakukan dengan Kasih Sayang

Islam mengajarkan agar hewan diperlakukan dengan lembut dan tidak disakiti sebelum penyembelihan.

Hewan yang Sah untuk Qurban

Hewan yang boleh digunakan untuk qurban adalah:

  • Kambing
  • Domba
  • Sapi/Lembu
  • Unta

Ketentuan Jumlah Peserta

  • 1 ekor kambing untuk 1 orang dan keluarganya
  • 1 ekor sapi untuk 7 orang
  • 1 ekor unta untuk 7 hingga 10 orang

Ketentuan Umur Hewan

  • Kambing minimal berumur 1 tahun masuk tahun kedua
  • Sapi minimal berumur 2 tahun masuk tahun ketiga
  • Unta minimal berumur 5 tahun masuk tahun keenam

Hewan yang Tidak Sah Dijadikan Qurban

Rasulullah SAW melarang berqurban dengan hewan yang memiliki cacat yang jelas, seperti:

  1. Buta sebelah atau kedua matanya
  2. Sakit yang nyata
  3. Pincang yang jelas
  4. Sangat kurus dan tidak bersumsum
  5. Telinga atau tanduk rusak parah

Karena itu, hewan qurban hendaknya dipilih yang sehat, baik, dan layak.

Hikmah Ibadah Qurban

Ibadah qurban memiliki banyak hikmah, antara lain:

  1. Mendekatkan Diri kepada Allah

Qurban adalah simbol ketundukan dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT.

  1. Menumbuhkan Keikhlasan

Berqurban melatih seseorang untuk ikhlas mengorbankan harta yang dicintainya demi mencari keridaan Allah.

  1. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Daging qurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan sehingga mempererat ukhuwah Islamiyah.

  1. Meneladani Nabi Ibrahim AS

Ibadah qurban mengingatkan umat Islam kepada ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Qurban bukan hanya ritual penyembelihan hewan, tetapi ibadah yang mengandung nilai ketakwaan, pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui qurban, seorang Muslim belajar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban kita dan menjadikannya sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.

Aamiin.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/05/2026 19:31
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu