Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peristiwa-Peristiwa “Kecil” di Dekat Ka’bah

Iklan Landscape Smamda
Peristiwa-Peristiwa “Kecil” di Dekat Ka’bah
Museum Alamoudi di Mekkah
Oleh : Nurul Sjarifah binti Djaelani Guru di Pamekasan

Bahagia itu sederhana. Misalnya,bahagia bisa bersyukur atas apa yang kita lalui hari ini. Alhamdulillah, Kamis 4 Juni 2026kami bisa melaksanakan umrah sunnah untuk Almarhum Bapak saya H.M.Djaelani. Sementara, putri saya mengumrohkan untuk ibu saya Siti Rahmah atau nenek putri saya.

Alhamdulillah, di hari yang sama, saya mengalami sejumlah kejadian yang mungkin bagi orang lain terhitung kecil. Tapi, saya yang merasakannya, punya makna yang besar. Atas itu semua, saya bahagia, alhamdulillah.

Ikut Jamaah

Tanggal 4 Juni 2026, bertepatan dengan milad saya. Saya memulai pagi di kamar karena tidak ada janji dengan teman-teman untuk ke Masjidil Haram.Jadi, saya rileks“menyelesaikan” sepertiga malam di kamar.

Tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.Saya buka pintu,  ternyata ibu-ibu para pejuang sepertiga malam mengajak ke Masjidil Haram. Saya sedikit kaget karena kami tidak janjian.

Merespons ajakan, saya bergegas untuk ke Masjidil Haram. Ternyata, ibu-ibu itu spontan. Awalnya, mau shalat di musholla hotel. Hanya saja, merasa kurang afdhal kalau tidak ke Masjidil Haram.

Mengapa kami tidak janjian sebelumnya? Hal ini, karenaagenda hari itu adalah umrah sunnah.

Selanjutnya, kami menunggu bus10. Bus sepi karena sudah banyak jamaah yang pulang ke Tanah Air.

Berangkatlah kami.Kami agendakan, untuk shalat di pelataran Masjidil Haram saja dan setelah shalat subuh pulang.

Kami pun berangkat. Alhamdulillah,sesuai niat, kami shalatdi pelataran. Kami bisa melaksanakan shalat-shalat Sunnah.

Setelah shalat subuh kami langsung pulang ke hotel. Masuk kamar hotel,langsung bersiap-siap karena harus berkumpul di lobby pukul 07.30 WAS.

Ke Museum dan Hudaibiyah

Kami semua berkumpul di lobby hotel. Setelah lengkap, kami berangkat. Awal, ziarah ke Museum Alamoudi. Di situ,  kami bisa  banyak belajar tentang sejarah peradaban Arab kuno. Museum ini menjadi destinasi edukasi sejarah yang populer bagi jamaah haji dan umrah.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Hudaibiyah. Menurut penjelasan pembimbing KBIHU Nurul Hikmah Pamekasan, di lokasi Masjid Hudaibiyah itu, dulu adalah tempat disepakatinya Perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah Saw dan kaum Quraisy.

Di daerah ini juga, terdapat situs sejarah Bai’at Al-Ridwan atau  ikrar kesetiaan Sahabat kepada Nabi Muhammad Saw di bawah pohon. Hanya saja, katanya, pohon itu sudah ditebang.

Dua Indah

Kami ambil miqot di Masjid Hudaibiyah. Kami ambil wudhu di situ, shalat sunnah dua rakaat, lanjut niat ihram. Kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju Masjidil Haram.

Sesampainya, kami masuk ke dalam Masjidil Haram. Alhamdulillah,kami tidak diarahkan untuk memutar oleh petugas.

Awalnya kami utuh dalam kelompok besar, tapi kemudian ketika tawaf karena begitu banyaknya jamaah, akhirnya kami terbagi dalam kelompok-kelompok kecil. Saya menjadi kelompok kecil, di antaranyaada tetangga di Pamekasan. Kami pun khusyu’dalam tawaf, dengan doa-doa di tiap putaran.

Selesai tawaf, kami ke arah pinggir kanan untuk  melakukan shalat sunnah dua rakaat.Sebegitu padatnya, kami lalu diarahkan oleh petugas untuk ke tempat shalatnya perempuan.

SMPM 5 Pucang SBY

Untuk melanjutkan sa’i, waktunya mepet dengan shalat dhuhur. Kamisepakat untuk  shalat dhuhur dulu. Di saat menunggu shalat dhuhur, saya menyempatkan untuk menyemprot wajah dengan zam-zam yang saya masukkan ke dalam botol.

Tetiba ada jamaah perempuan menyodorkan wajahnya, pertanda dia minta untuk disemprot juga.Saya semprot wajahnya, kemudian dia mengucapkan terimakasih. Tak cukup itu, dialalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa.

Yaa Allah, saya cuma beri dia sedikit air tapi dia berterimakasih secara khidmat. Bahkan, dia lengkapidengan doa. Alhamdulillah.

Ada satu peristiwa lagi. Jamaah di sebelah saya, yang tadinya ambil air zam-zam,dia bawa dua gelas air zam-zam. Masya Allah, yang satu gelas oleh dia diberikan ke saya.

Allah bayar tunai. Bahkan, denganyang lebih baik atas apa yang saya berikan berupa semprotan air kepada seorang perempuan yang ternyata berasal dari Afganistan itu. Saya mendapat ganti satu gelas zam-zam dari jamaah yang berasal dari Jakarta.

Kami melaksanakan shalat dhuhur,lalu shalat jenazah, terus mundur untuk melanjutkan ibadah sa’i.Saya berpamitan ke perempuan yang memberi hadiah segelas zam-zam tadi. Perempuan itu merespons sambil mencium tangan saya. Saya pun mengakhiri dengan doa, “Semoga kita ketemu kembali di surga Allah, aamiin”.

Indah Lagi

Kami menuju Bukit Safa-Marwah. Dari posisi yang tepat, kami mulai melaksanakan sa’i.Kami berdelapan lancar melaksanakan sa’i antara Safa dan Marwah.Semuanya larut dalam doa-doa.Kami agungkan Allah.

Selesai tujuh putaran, kemudian kami mengambil arah ke kanan untuk keluar dari areal Bukit Safa-Marwah.Kami laluakan bertahallul. Tapi, mana gunting? Ternyata di antara kami, yang delapanorang itu, tidak ada yang membawanya.

Tiba-tiba saya melihat ada dua jamaah yang lagi menggunting rambutnya satu sama lain. Saya pun minta tolong untuk menggunting rambut saya. Selesai, saya panggil teman-teman yang lain.   Alhamdulillah, akhirnya semua sudah bertahallul.

Alhamdulillah. Terima kasih Yaa Allah atas segala nikmat-Mu. Nikmat kesehatan dan rezeki yang masih Engkau berikan hingga hari ini. Semoga kami selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur  atas nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Terimalah ibadah kami dalam satu hari ini.

Pinta Hamba

Kami keluar dari Masjidil Haram menuju ke terminal bus. Di tengah perjalanan menuju terminal bus,alhamdulillah kami mendapat halalanberupa camilan, kurma, susu kemasan, dan zam-zam.

Alhamdulillah, terimakasih Yaa Allah.Terima kasih juga kepada orang-orang yang sudah mengirimkan makanan dan/atau minuman kepada kami (jamaah) yang ada di Masjidil Haram. Semoga Allah memberi rezeki yang lebih banyak kepada mereka.

Masih sambil berjalan menuju terminal bus, ada lagi peristiwa kecil. Putri saya melihat seorang ibu yang sudah sepuh dan sesama dari KBIHU kami juga. Beliau tidak memakai sandal.

Ketika ditanya, kata beliau, sandalnya dititipkan ke temannya dan mereka terpisah. Tanpa berpikir panjang, putri saya langsung melepas sandal yang dia kenakan. Lalu, dia serahkan ke ibu yang sudah sepuh tadi untuk dipakai.

Sesampai di terminal, kami pun naik bus yang akan mengantarkan ke hotel. Alhamdulillah, sampai dengan selamat. Kami pun beristirahat sejenak.

Yaa Allah, sehatkan kami. Kuatkan hamba untuk besok bisa memulai pagi hari dengan mencari ridho-Mu. Aamiin,Yaa Robbal aalamin.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/06/2026 03:13
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu