Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Gea Adzkira Laura Z, siswi kelas 6F, sukses meraih Silver Medal pada ajang Solo Pop Anak Festival Paduan Suara (FESPA) Universitas Surabaya (Ubaya) ke-11 Tahun 2026 tingkat nasional.
Capaian tersebut menjadi istimewa karena Gea berhasil menembus babak final setelah melewati persaingan yang sangat ketat. Dari peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 17 penyanyi cilik terbaik yang berhak tampil di panggung final.
FESPA Ubaya ke-11 diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Universitas Surabaya di Kampus Ubaya pada 1–6 Juni 2026. Festival ini merupakan salah satu kompetisi vokal bergengsi yang mempertandingkan 16 kategori, mulai dari paduan suara anak, remaja, dewasa, vokal grup, hingga berbagai kategori solo.
Pada kategori Solo Pop Anak, para peserta harus melewati proses audisi sebelum dinyatakan lolos ke babak final. Kompetisi diikuti penyanyi muda dari berbagai kota seperti Surabaya, Gresik, Malang, Bali, Jakarta, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
Gea mengaku sempat tidak percaya ketika namanya diumumkan sebagai finalis.
“Pertama jujur kaget, enggak menyangka sama sekali bisa masuk final, karena ini pertama kali Gea ikut lomba solo pop tingkat nasional. Dan merasa sangat bersyukur,” ungkapnya.
Di babak final, Gea tampil percaya diri dengan karakter vokalnya yang khas. Penampilannya mendapat apresiasi dari dewan juri yang menilai ia mampu menghadirkan energi positif di atas panggung serta menunjukkan usaha dan penguasaan lagu yang baik.
Penilaian tersebut mengantarkannya meraih Silver Medal, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Gea maupun keluarga besar Mudipat.
Meski berhasil membawa pulang medali perak, tim pelatih tetap memberikan evaluasi sebagai bekal menghadapi kompetisi berikutnya.
“Untuk ke depannya Gea perlu lebih banyak belajar teknik vokal agar suara semakin bertenaga dan stabil,” ujar pelatihnya.
Evaluasi itu menjadi motivasi agar kemampuan vokal Gea terus berkembang dan mampu bersaing di ajang yang lebih tinggi.
Bagi Gea, prestasi ini bukanlah akhir perjalanan. Kecintaannya terhadap dunia tarik suara menjadi penyemangat untuk terus belajar.
“Terus semangat dalam belajar olah vokal karena Gea dari kecil sangat suka bernyanyi,” tuturnya.
Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Ibunda Gea, Galuh Puspa Setya, menegaskan bahwa pengembangan bakat harus berjalan seiring dengan pendidikan.
“Anak boleh mendalami hobi dan ikut lomba sesuai bakat dan minat, tetapi belajar tetap yang utama,” pesannya.
Prestasi Gea kembali menambah daftar capaian membanggakan siswa Mudipat di tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi akademik maupun nonakademik, sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan percaya diri di berbagai bidang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments