Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Parenting Class MI Muhammadiyah Gedeg Atur Strategi Mengatur Gadget Tanpa Konflik

Iklan Landscape Smamda
Parenting Class MI Muhammadiyah Gedeg Atur Strategi Mengatur Gadget Tanpa Konflik
Parenting Class MI Muhammadiyah Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto bagi orang tua/wali siswa pada Sabtu (12/9/2026). (Nur Azizah Perwitasari/PWMU.CO).
pwmu.co -

MI Muhammadiyah Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto kembali menyelenggarakan kegiatan Parenting Class bagi orang tua/wali siswa pada Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang bertempat di MI Muhammadiyah Gedeg ini mengangkat tema “Strategi Mengatur Gadget Tanpa Konflik” dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Indrayana SH sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan sebuah ungkapan penuh makna yang disampaikan Bu Erva Ernawati selaku Komite Sekolah MI Muhammadiyah Gedeg,“Kalau Tidak Disibukkan dengan Ilmu, Perempuan akan sibuk dengan Perasaan”.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa orang tua perlu terus membekali diri dengan ilmu agar mampu menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Dalam Parenting Class ini, peserta diajak memahami bahwa gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga penggunaannya tidak cukup hanya dengan larangan.

Gadget perlu dikelola agar tidak mengganggu fokus, emosi, proses belajar, ibadah, maupun interaksi anak dengan keluarga dan lingkungan.

Mengapa Anak Mudah Terdistraksi Gadget?

Gadget memiliki daya tarik kuat karena menawarkan rangsangan yang cepat dan beragam. Penggunaan yang tidak terarah dapat membuat anak sulit berkonsentrasi pada aktivitas lain serta memengaruhi pengelolaan emosinya.

Ungkap Ustadz Indrayana, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah gadget dapat menjadi pencuri fokus dan emosi.

Sementara krisis keteladanan juga dapat terjadi ketika anak melihat orang tua terlalu sering menggunakan gadget. Karena itu, anak membutuhkan pendampingan, bukan sekadar larangan.

Tiga Pilar Benteng Utama Anak

Pengelolaan gadget membutuhkan sinergi dari tiga lingkungan utama, yaitu:

  1. Rumah — Orang tua menjadi teladan sekaligus pendamping utama.
  2. Sekolah — Guru membantu membangun kedisiplinan, kebiasaan belajar, dan karakter anak.
  3. Masyarakat — Lingkungan sosial turut memengaruhi kebiasaan dan perilaku anak.

“Ketiga pilar tersebut harus berjalan bersama agar pembiasaan penggunaan gadget dapat diterapkan secara konsisten” ungkap Ustadz Indrayana

Orang tua dapat membuat kesepakatan bersama anak mengenai kapan, berapa lama, dan untuk apa gadget digunakan. Aturan hendaknya disampaikan dengan tenang dan konsisten, disertai alasan yang dapat dipahami anak.

SMPM 5 Pucang SBY

Orang tua juga dianjurkan tidak mengambil gadget secara tiba-tiba. Berikan peringatan dan batas waktu terlebih dahulu. Yang tidak kalah penting, orang tua perlu memberikan contoh dengan membatasi penggunaan gadget mereka sendiri.

Sebagai pengganti, anak dapat diarahkan pada aktivitas positif seperti membaca, bermain, berolahraga, membantu orang tua, belajar, atau melakukan kegiatan bersama keluarga.

Fokus pada Kualitas Kebersamaan

Salah satu pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya fasilitas. Waktu bersama anak hendaknya menjadi kesempatan untuk mendengarkan cerita, bermain, belajar, dan memberikan perhatian secara utuh.

Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari waktu fokus yang singkat tetapi berkualitas, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan anak.

Beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah antara lain:

  1. Membuat zona bebas layar, sebagai komitmen anak ketika berada di rumah.
  2. Membatasi screen time sesuai kebutuhan anak.
  3. Menyediakan aktivitas alternatif, seperti mainan edukatif yang melatih motorik dan sensorik anak.
  4. Membangun komunikasi dan kedekatan agar gadget tidak menjadi satu-satunya sumber hiburan anak.

Pada akhirnya, mengatur gadget bukan berarti memusuhi gadget. Gadget dapat memberikan manfaat apabila digunakan sesuai kebutuhan dan mendapatkan pendampingan yang tepat.

Kunci utamanya adalah aturan yang jelas, komunikasi yang baik, keteladanan orang tua, serta sinergi antara rumah, sekolah, dan masyarakat.

“Anak tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga teladan, pendampingan, dan kehadiran orang tua” terangnya.

Melalui Parenting Class ini, MI Muhammadiyah Gedeg berharap para orang tua mendapatkan bekal untuk menciptakan pola pengasuhan yang lebih bijak.

Dengan pendekatan yang penuh kasih, konsisten, dan komunikatif, penggunaan gadget dapat dikelola tanpa konflik sekaligus tetap mendukung tumbuh kembang, pendidikan, karakter, dan kebiasaan baik anak.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 12/09/2026 17:30
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu