Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akhlak Bermuhammadiyah Mengemuka dalam Baitul Arqom PCM Wiyung

Iklan Landscape Smamda
Akhlak Bermuhammadiyah Mengemuka dalam Baitul Arqom PCM Wiyung
Ferry Yudi Antonis Saputro, M.Pd.I Saat Memberikan Pencerahan Akhlak Bermuhammadiyah dalam Kehidupan Sehari-hari Baitul Arqom PCM Wiyung. (Ali/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insan (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung Surabaya menggelar Baitul Arqom bertema “BerGema dalam Ideologi, Bergerak dalam Dakwah, Maju bersama Muhammadiyah” di Masjid At Taqwa Perguruan Muhammadiyah Wiyung, pada (14–15/3/2026).

Baitul Arqom tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh peserta menginap di unit sekolah masing-masing dan dipusatkan kegiatannya di Masjid At Taqwa. Pola baru ini diharapkan dapat membangun suasana iktikaf serta memperkuat pembinaan kader.

Kegiatan diikuti oleh jajaran PCM Wiyung, PCA, pimpinan majelis dan lembaga, PCNA, Pemuda Muhammadiyah, IPM, Hizbul Wathan, LAZISMU PCM Wiyung, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, seluruh PRM se-Wiyung, pimpinan LKSA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Pimpinan Pondok Pesantren KH Mas Mansyur, serta guru, karyawan, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah Wiyung.

Ketua PCM Wiyung Surabaya, H. Suri Marzuki SE, dalam sambutan pembuka menyampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta. Ia menegaskan bahwa konsep menginap ini menjadi langkah baru dalam memperkuat kekompakan.

“Semoga ke depan dapat dilakukan di satu tempat ketika gedung kedua SD Muhammadiyah 15 selesai,” ujarnya.

Berdasarkan rundown acara, Baitul Arqom dimulai Sabtu siang hingga Ahad pagi. Sejumlah pemateri hadir, antara lain Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M., Dr. Syamsul Ma’arif, H. M. Arief An, M.H., H. Suri Marzuki, S.E., serta Ferry Yudi Antonis Saputro, M.Pd.I., yang mengisi materi Akhlak Bermuhammadiyah dalam Kehidupan Sehari-hari.

Akhlak Bermuhammadiyah

Dalam penyampaiannya, Ferry Yudi Antonis Saputro, Ketua MPKS PDM Surabaya, menekankan bahwa akhlak bermuhammadiyah harus tampak dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak peserta merenung, apakah mereka ber-Muhammadiyah sebatas identitas atau benar-benar menghadirkan manfaat di lingkungan sekitar.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Jangan sampai kita menjadi singa di sekolah, tetapi asing di rumah. Tetangga seharusnya merasakan kehadiran kita,” ujarnya.

Ferry juga menyinggung tantangan akhlak digital, seperti hoaks, flexing, dan ghibah daring. Ia mengingatkan bahwa amal iktikaf dapat berkurang hanya karena satu komentar buruk di media sosial. Mengenai spirit Al-Ma’un, ia menekankan bahwa dakwah tidak boleh berhenti di gedung-gedung pertemuan sementara masyarakat masih menghadapi kesulitan.

Ia kemudian menyampaikan strategi pembinaan akhlak yang disebutnya sebagai Pencerahan Semesta, meliputi kejujuran, kepedulian, dan keteladanan—baik dalam kedisiplinan maupun keterlibatan di lingkungan sekitar. Ustadz Ferry menutup materi dengan ajakan untuk menjadi “matahari” yang memberi sinar bagi siapa saja tanpa pilih kasih.

“Muhammadiyah lahir untuk mencerahkan semesta, bukan hanya anggotanya,” ujarnya disambut seruan We Are Muhammadiyah dari peserta. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡