
PWMU.CO – Sinergi dan dukungan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Nganjuk dapat dilihat melalui kegiatan pembinaan guru dan karyawan yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Paudasmen) Nurul Fajariana SPd.
Bertempat di ruang kelas 1 Ibrahim SD Aisyiyah 1 Nganjuk, kegiatan ini dihadiri sekitar 40 orang dan dimulai pukul 08.30 WIB, Sabtu (2/8/2025).
Membuka materi pembinaannya, Nurul Fajariana yang juga merupakan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk memotivasi peserta pembinaan untuk menjadi guru yang bisa mendidik dengan hati, memberi teladan baik, membentuk karakter murid berakhlak mulia.
Tak hanya itu, menjadi guru juga mengajar dengan ikhlas lillahi ta‘ala karena peran ini menjadi ladang amal ibadah yang sangat mulia.
Karena peran guru sebagai garda terdepan dalam memberikan teladan kepada murid, maka akhlak guru menjadi hal utama dan harus tercermin dalam kesehariannya.
Ia memaparkan bahwa akhlak guru menjadi sangat penting karena guru adalah panutan pertama di sekolah. Anak-anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada dari apa yang mereka dengar. Yang utama, akhlak guru akan ditiru dan diinternalisasi oleh murid-murid, baik secara sadar maupun tidak sadar.
Guru harus belajar dan menjadikan Rasulullah sebagai teladan sehingga murid-murid meniru teladan yang baik dan benar sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah.
5 Karakter Utama
Karakter akhlak yang harus dimiliki guru seperti yang dicontohkan Rasulullah adalah sebagai berikut:
-
Ikhlas dalam mengajar.
-
Sabar dalam menghadapi murid.
-
Rendah hati dan tidak merasa lebih tinggi.
-
Adil dalam memperlakukan murid.
-
Penyayang.
Seorang guru tidak hanya menjadi panutan ketika di sekolah saja, namun juga di rumah, bahkan di masyarakat. Berikut praktik nyata menjadi teladan akhlak melalui tindakan sederhana yang bermakna:
-
Datang tepat waktu, mengajarkan kedisiplinan.
-
Meminta maaf jika bersalah, mengajarkan tanggung jawab.
-
Menjaga tutur kata, mengajarkan kesantunan.
-
Memberi perhatian pada murid, menumbuhkan empati.
Sebelum menutup paparannya, ia juga mengajak seluruh peserta pembinaan untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri. Apakah kita sebagai guru sampai hari ini sudah bisa menjadi teladan bagi murid-murid kita? Dan apakah ada hal baik lain yang bisa kita berikan kepada murid-murid esok dan selanjutnya?
Melalui kalimat-kalimat reflektif ini, diharapkan semua guru menyadari peran pentingnya dalam membentuk karakter dan kepribadian murid. Kesadaran ini pada akhirnya akan menjadi motivasi bahwa sebagai guru harus terus belajar, berkembang, memberikan pelayanan terbaik, penuh cinta, dan akhirnya mampu menjadi teladan yang inspiratif bagi peserta didik di masa depan mereka.
Pada sesi terakhir, Kepala SD Aisyiyah 1 Nganjuk, Aan Hariyanto SPdI mewakili lembaga menyampaikan terima kasih atas perhatian PDA Kabupaten Nganjuk melalui Majelis Paudasmen dengan terlaksananya kegiatan pembinaan guru dan karyawan.
“SD Aisyiyah 1 Nganjuk sukses, membanggakan, luar biasa!” Slogan lembaga menggema menutup kegiatan pembinaan kali ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments