Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akidah Sejati, Motor Kebangkitan Umat Islam

Iklan Landscape Smamda
Akidah Sejati, Motor Kebangkitan Umat Islam
Dr. Haitam bin Jawwad al Haddad menyampaikan materi melelui teleconverence. Foto: Syahroni Nur Wachid/ PWMU.CO
pwmu.co -

Syaikh Dr Haitsam bin Jawwad al Haddad, Chair of The Fatwa Committee for The Islamic Council of Europe (ICE), mengingatkan pentingnya membangun kembali kekuatan akidah Islam di tengah kondisi umat yang semakin lemah.

Pesan itu ia sampaikan dalam pemaparannya pada kajian Pemetaan Akidah Islam Kontemporer yang digelar Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Syaikh Haitsam yang lulusan PhD SOAS Univ of London , kelemahan umat terlihat nyata dari ketidakmampuan dunia Islam menyalurkan bantuan sederhana ke Gaza yang terkepung.

“Umat ini tidak sanggup memasukkan air bersih atau obat-obatan ke Gaza. Di manakah akidah yang dahulu menjadikan umat Islam mampu menaklukkan dua kekuatan terbesar dunia, Romawi dan Persia, hanya dalam waktu dua puluh tahun?” ujarnya.

Dia menegaskan, kejayaan Islam pada masa awal bukan karena jumlah atau kekuatan senjata, melainkan karena akidah yang murni.

Kaum Muslimin datang dari padang pasir, tetapi dengan akidah sejati mereka mampu memenuhi dunia dengan keadilan setelah dipenuhi kezaliman.

Syaikh Haitsam menilai, pokok-pokok akidah sebenarnya telah disepakati oleh seluruh umat Islam. Antara lain keyakinan bahwa Allah adalah Rabb, Pencipta, dan Pengatur; Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dan rasul; Al-Qur’an adalah firman Allah yang terjaga; serta para sahabat adalah generasi terbaik.

“Perbedaan yang muncul hanya pada cabang atau tafsir, bukan inti akidah,” jelasnya.

Namun, ia mengkritisi sebagian umat yang lebih sering menekankan hadis tentang perpecahan menjadi 73 golongan. Padahal, menurutnya, inti akidah adalah menyatukan umat, bukan memecah-belah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kitab yang saya tulis ini adalah ajakan untuk meluruskan pemahaman akidah Islam agar menguatkan persatuan, bukan menambah perpecahan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia berharap karya tersebut dapat diterjemahkan ke berbagai bahasa agar menjadi rujukan internasional. Sejumlah pihak, katanya, sudah menunjukkan minat untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Bengali, Turki, hingga Inggris.

“Semoga Muhammadiyah juga berkenan menerjemahkan kitab ini,” ungkapnya.

Link download kitab :
https://www.islam21c.com/wp-content/uploads/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AE%D8%AA%D8%B5%D8%B1-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%82%D9%8A%D8%AF%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AA%D9%81%D9%82-%D8%B9%D9%84%D9%8A%D9%87%D8%A7-%D8%A8%D9%8A%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%8A%D9%86-%D8%AF-%D9%87%D9%8A%D8%AB%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D8%A7%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B5%D8%AF%D8%A7%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D9%88%D9%84-%D8%AC%D9%85%D8%A7%D8%AF%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%A2%D8%AE%D8%B1%D8%A9-1442-.pdf

Syaikh Haitsam menegaskan, akidah Islam adalah motor penggerak yang membuat umat kembali bangkit. Tidak ada perbedaan pokok akidah antara sesama muslim

“Inilah saatnya kita mengamalkan akidah sebagaimana dikehendaki Allah, agar umat ini benar-benar menjadi khairu ummah, sebaik-baik umat bagi seluruh manusia,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu