Pentingnya komunikasi efektif dalam dunia kerja menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar, terlebih di sektor pelayanan kesehatan.
Komunikasi yang baik tidak hanya menentukan kelancaran pelayanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keselamatan pasien, kepuasan, serta kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Atas dasar itulah RS Muhammadiyah Tuban menggelar kegiatan In-House Training (IHT) bertajuk Komunikasi Efektif dan Handling Complain bagi seluruh karyawannya.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada Jumat, 17 Januari 2026, bertempat di Hotel Front One King Tuban.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB dan diikuti oleh peserta dengan penuh khidmat dan antusias. IHT ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Pelatihan RS Muhammadiyah Lamongan sebagai rumah sakit rekanan.

Kasubag Sumber Daya Insani (SDI) RS Muhammadiyah Tuban, Oki, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh.
“Kegiatan IHT ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, khususnya dalam upaya mengurangi medical error, meningkatkan kepuasan pasien, serta membangun citra dan kepercayaan masyarakat. Semua itu menjadi bagian penting yang tertuang dalam standar akreditasi rumah sakit,” ujarnya.
Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar komunikasi efektif di lingkungan rumah sakit serta penerapan handling complain sebagai bagian integral dari pelayanan profesional.
Pemaparan materi yang sistematis dan aplikatif membuat peserta mudah memahami pentingnya komunikasi yang tepat, empatik, dan solutif dalam menghadapi pasien maupun keluarga pasien.
Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga dirancang interaktif. Peserta dilibatkan secara aktif dalam simulasi penanganan kasus nyata yang sering terjadi dalam pelayanan kesehatan.
Para pemateri yang berasal langsung dari RS Muhammadiyah Lamongan membagikan pengalaman lapangan sekaligus membimbing peserta dalam menyelesaikan berbagai skenario permasalahan komunikasi.
Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta diminta tampil sebagai aktor dalam simulasi pemecahan masalah di depan forum.
Gelak tawa dan ekspresi antusias mewarnai ruangan saat para peserta mencoba memerankan berbagai peran, mulai dari petugas layanan hingga pasien dan keluarga pasien.
Meski berlangsung santai, simulasi tersebut sarat dengan pembelajaran praktis yang mudah diterapkan dalam keseharian kerja.

Tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Menjelang akhir kegiatan, peserta diminta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk feedback atas pelatihan yang telah diikuti selama seharian.
Perencanaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan komunikasi efektif dan penanganan keluhan secara profesional di unit kerja masing-masing.
Sebagian besar peserta menyampaikan harapan agar kegiatan IHT Komunikasi Efektif dan Handling Complain ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan saja.
“Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan dan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan agar kemampuan komunikasi kami terus terasah dan pelayanan kepada pasien semakin optimal,” ungkap salah satu peserta.
Dengan terselenggaranya IHT ini, RS Muhammadiyah Tuban menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya pelayanan prima, serta menghadirkan layanan kesehatan yang aman, ramah, dan terpercaya bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments