Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Salat Iduladha di Taman Korea Tetap Dipadati Jemaah, Hujan Lebat Sempat Bikin Panitia Down

Iklan Landscape Smamda
Salat Iduladha di Taman Korea Tetap Dipadati Jemaah, Hujan Lebat Sempat Bikin Panitia Down
Jemaah perempuan yang memadati Taman Korea untuk melaksanakan salat Iduladha 1447 H (Foto: Yusdwiya/PWMU.CO)
pwmu.co -

Salat Iduladha di Lapangan Dr. Sutomo, yang dikenal dengan Taman Korea, tetap dipadari jemaah. Meski guyuran hujan lebat pada malam hari sebelumnya sempat membuat panitia down. Hujan deras memicu kekhawatiran besar bagi panitia pelaksana dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari. Sebab, lokasi utama pelaksanaan ibadah basah tergenang air. Bahkan garis-garis saf yang telah disiapkan secara matang pun pudar terkikis air.

Namun, kekhawatiran itu sirna begitu fajar menyingsing pada Rabu (27/5/2026) pagi. “Melihat kondisi lapangan yang tergenang air setelah hujan lebat semalam, anak-anak IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sempat agak down,” tutur Ketua PCM Tegalsari Sofyan Affandy Yusuf, S.Kom.

“Namun alhamdulillah, pagi ini semangat mereka justru berlipat ganda, motivasinya sangat tinggi. Kami awalnya memprediksi jemaah yang datang mungkin hanya sekitar 100 sampai 200 orang karena kendala cuaca, tetapi luar biasa, sampai 500 jemaah hadir memadati lapangan hari ini.”

Anak-anak IPM SMP Muhammadiyah 3 yang dilibatkan sejak H-1 sebagai panitia sempat merasa terpukul melihat kondisi lapangan. Meski begitu, semangat mereka kembali bangkit saat melihat jemaah mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB.

Panitia awalnya memprediksi perhelatan ini hanya akan dihadiri sekitar 100 hingga 200 orang akibat kendala cuaca. Nyatanya, gelombang kehadiran warga luar biasa hingga mencapai 500 jemaah yang memadati area salat.

Ibadah salat Iduladha kali ini dipimpin oleh Muhammad Syaikhul Islam, SHI, MHI, CHt, CCH(NGH-USA), CI. Dalam khotbahnya, Syaikhul menyoroti relevansi kisah Nabi Ibrahim dengan realitas zaman modern. Kisah pencarian ketuhanan, pengusiran oleh keluarga, hingga mukjizat selamat dari kobaran api dirangkai menjadi refleksi bagi umat di era kecerdasan buatan (AI).

“Di tengah hiruk-pikuk teknologi digital dan masifnya perkembangan AI saat ini, umat Islam sedang menghadapi ujian keimanan yang nyata. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana agar tidak terjebak mementingkan gawai, sibuk berburu status di dunia maya hingga melalaikan salat. Yang pada akhirnya justru membuat kita seolah ‘mempertuhankan’ mesin digital daripada Allah SWT,” ujar Syaikhul.

SMPM 5 Pucang SBY

Syaikhul mengingatkan jemaah agar tidak terjebak pada kecenderungan “mempertuhankan” teknologi digital. Teknologi dan kemajuan AI diposisikan sebagai ujian krusial bagi umat Islam, apakah perangkat tersebut akan mendekatkan diri kepada rida Allah atau justru memalingkannya.

Kesuksesan salat Iduladha di Taman Korea membuat PCM Tegalsari berbangga. PCM mengapresiasi tinggi ketangguhan mental para kader mudanya. Kolaborasi antarorganisasi otonom seperti IPM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, hingga Ibu-ibu Aisyiyah terbukti menjadi motor penggerak kesuksesan acara tahun ini.

“Semoga keterlibatan aktif generasi muda ini terus konsisten demi penguatan regenerasi kepemimpinan di tubuh persyarikatan ke depan,” kata Sofyan.

Bagi warga yang tidak bisa hadir langsung mengikuti salat Iduladha di Taman Korea, jalannya seluruh rangkaian ibadah dipublikasikan secara langsung. Panitia menyediakan akses siaran digital lewat akun Instagram resmi @pcmtegalsari secara real-time.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 27/05/2026 22:10
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu