Family Gathering adalah teori psikososial untuk warga Muhammadiyah.
Hal tersebut tersampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep, dalam Tausiyah Maghrib Family Gathering Kader Sang Surya ke-14.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/06/2026) di Red Hotel Sarangan Magetan.
Unjuk Gigi Imam Muda
Sebelum Tausiyah, para peserta mengikuti salat Maghrib dan Isya berjamaah. Pada kesempatan tersebut, yang tampil sebagai imam adalah Mas Umam, putra dari Pak Zulkifli, yang merupakan putra Pendiri Muhammadiyah Lamongan, KH Muhtar Mastur.
Sekretaris Panitia Family Gathering, Ali Muti, menerangkan bahwa Family Gathering menjadi wadah unjuk gigi para imam muda. “Dari tahun ke tahun, famgath selalu menampilkan imam dari anak pimpinan” terangnya.
Setelah salat berjamaah, peserta menyimak Tausiyah dari Rektor Umsura, Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep.
“Kita bersyukur punya kegiatan semacam ini. Kalau saya perhatikan, ini luar biasa manfaatnya” terang Mundakir.
Mundakir mengambil contoh sebuah penelitian dari Harvard yang mengambil sampel 200 orang.
“Salah satunya adalah orang yang mempunyai kebiasaan membangun relasi sosial punya kemampuan lebih baik 50 persen bertahan hidup lebih lama” ujar Mundakir.
Interaksi Mengurangi Kesepian
Lebih lanjut, Mundakir juga menyebut jika sering berinteraksi dapat mengurangi peluang loneliness atau kesepian. Kesepian itu disetarakan dengan ahli merokok dan minum alkohol.
“Jadi kesepian itu setara dengan merokok dan minum alkohol” tambahnya.
Saat ini, lanjut Ketua MPKU PWM Jawa Timur itu menyebut bahwa kesepian kerap kali muncul pada remaja karena pengaruh gadget.
“Kemudian dari sisi neurosains, dengan kita ngobrol, bahagia, tertawa, hormon bahagia kita muncul. Hormon dopamin, oksitosin, akan muncul” tambahnya.
Kemudian di sisi lain, hormon kortisol yang menyebabkan sakit juga otomatis akan turun.
“Ini sering saya sampaikan dalam pengajian Ahad pagi, bahwa berkumpul ini baik untuk jiwa kita dan fisik kita” terang Mundakir.
“Ini adalah teori psikososial untuk kita. Selain refleksi dari ajaran Islam, bagaimana anjuran untuk silaturahmi, saya kira bisa kita temukan disini” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments