Suasana haru mewarnai kegiatan Khitan Gratis yang digelar Klinik Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, dalam rangka Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ahad (21/6/2026).
Menariknya, tangisan yang muncul bukan berasal dari anak yang menjalani khitan, melainkan dari orang tuanya yang tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia.
Perasaan itu dialami Yazid Husnan, S.Pd.I., saat mengantarkan putra keduanya sekaligus anak laki-laki satu-satunya, Muhammad Raffasya Alfarizqi, untuk mengikuti program khitan gratis di Klinik Al-Ishlah yang berlokasi di Jalan Raya Klengan, Sendangagung.
“Yang menangis bukan si anak. Tangisan justru dari orang tua. Kali ini karena haru bahagia, buah hati telah dianggap dewasa dan gentleman, berani menjalani syariat Islam sebagai lelaki,” ujar Yazid.
Keberanian Raffasya atau yang akrab disapa Raffa ternyata muncul dari dirinya sendiri.
Bocah kelahiran Lamongan, 28 Juli 2020 itu langsung menyatakan kesediaannya saat orang tuanya menawarkan mengikuti program khitan gratis yang diinformasikan melalui flyer Klinik Al-Ishlah.
Sejak pagi, tepat pukul 07.30 WIB, Raffa datang bersama kedua orang tuanya untuk melakukan pendaftaran.
Tanpa menunjukkan rasa takut ataupun canggung, ia melangkah mantap menuju meja registrasi yang dijaga panitia mengenakan kaos hijau bertema Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah.
Sikap tenang yang ditunjukkan Raffa membuat orang tuanya semakin bangga.
Meski sang anak terlihat tenang, justru sang ayah yang merasakan ketegangan luar biasa selama proses khitan berlangsung.
Yazid mengaku perasaannya campur aduk antara tegang, cemas, dan bahagia.
“Alhamdulillah anakku sudah disunat. Sebagai ayah perasaan hatiku campur aduk, ndredeg, tegang. Setelah dinyatakan selesai, hati jadi plong, bahagia, sampai meneteskan air mata karena haru,” ungkap Yazid yang juga merupakan guru MA Al-Ishlah Sendangagung.
Menurutnya, Raffa hanya menangis sesaat ketika proses penyuntikan obat bius dilakukan.
Setelah itu, ia mampu menjalani seluruh tahapan khitan dengan tenang dan kooperatif hingga proses selesai tanpa kendala.
Kegiatan Khitan Gratis tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dalam peringatan Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah.
Selain sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan empat dasawarsa lembaga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat sekitar.
Melalui program tersebut, Pondok Pesantren Al-Ishlah berharap dapat memberikan manfaat nyata sekaligus membantu masyarakat dalam menjalankan salah satu syariat Islam bagi anak laki-laki.
Momen haru yang dialami keluarga Raffa menjadi salah satu kisah yang menghangatkan kegiatan tersebut. Bukan hanya tentang proses khitan, tetapi juga tentang kebanggaan orang tua menyaksikan putranya tumbuh dan berani menjalani fase penting dalam kehidupannya.





0 Tanggapan
Empty Comments