Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN 161PPUN Banyuwangi Dimulai, Mahasiswa UAD dan UM Jember Angkat Budaya Mataram

Iklan Landscape Smamda
KKN 161PPUN Banyuwangi Dimulai, Mahasiswa UAD dan UM Jember Angkat Budaya Mataram
Penerjunan KKN 161PPUN Kabupaten Banyuwangi Resmi Dimulai, Angkat Budaya Mataram (Khairan Usman/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) 161PPUN di Kabupaten Banyuwangi dengan mengangkat budaya Mataram sebagai salah satu fokus pengabdian.

Penerjunan mahasiswa berlangsung di Balai Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

KKN 161PPUN melibatkan mahasiswa dari dua perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni UAD Yogyakarta dan UM Jember. Selama berada di wilayah pengabdian, mahasiswa akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program yang telah disiapkan.

Salah satu perhatian dalam pelaksanaan KKN kali ini adalah pengenalan dan pengembangan budaya Mataram. Pengangkatan budaya tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari kekayaan budaya yang berkembang di masyarakat sekaligus berkontribusi dalam upaya mengenalkan dan mengembangkannya.

Mahasiswa Diminta Bangun Kolaborasi

Dosen pembimbing UAD, Adhitya Rechandy Christian, S.E., M.M., menekankan pentingnya mahasiswa membangun komunikasi dengan masyarakat selama menjalankan KKN.

“KKN bukan hanya bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus mampu membangun komunikasi dan menjalankan program dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, KKN bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat.

Mahasiswa diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat sebelum menjalankan program sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan membangun hubungan yang baik dengan berbagai unsur di lokasi KKN.

Dosen UM Jember, Lutfi, mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus belajar dari masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi juga mau belajar dari masyarakat. Dengan begitu, KKN dapat menjadi ruang untuk menerapkan ilmu sekaligus memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan warga,” tuturnya.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting agar berbagai program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal.

SMPM 5 Pucang SBY

Desa Sambut Kehadiran Mahasiswa KKN

Pemerintah Desa Sambimulyo menyambut kedatangan mahasiswa KKN. Kehadiran peserta KKN diharapkan dapat menjadi mitra bagi pemerintah desa dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.

Mahasiswa juga diberikan ruang untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan warga selama menjalankan program pengabdian.

Rangkaian penerjunan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari perwakilan Kecamatan Bangorejo. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama berada di wilayah pengabdian.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Bangorejo.

Angkat Budaya Mataram

Pengangkatan budaya Mataram menjadi salah satu fokus KKN 161PPUN memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenali lebih dekat aspek budaya yang berkembang di masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya dokumentasi, pengembangan, dan pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program berbasis budaya juga menjadi pengalaman untuk memahami masyarakat dari sisi sejarah, tradisi, dan kehidupan sosialnya.

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa UAD dan UM Jember diharapkan mampu saling berkolaborasi dalam menjalankan program KKN. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Penerjunan di Balai Desa Sambimulyo menjadi awal rangkaian kegiatan KKN 161PPUN di Kabupaten Banyuwangi. Selanjutnya, mahasiswa akan menjalankan program pengabdian bersama pemerintah desa dan masyarakat sesuai kebutuhan serta potensi wilayah.

Melalui kegiatan tersebut, KKN 161PPUN diharapkan dapat menghadirkan kontribusi yang tidak hanya dirasakan selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 13/08/2026 23:24
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu