Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekali Duduk, Santri Al Mizan Tuntaskan Tasmi’ Hadits Arbain Nawawi

Iklan Landscape Smamda
Sekali Duduk, Santri Al Mizan Tuntaskan Tasmi’ Hadits Arbain Nawawi
Suasana tasmi hadits di Al Mizan Putra. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semangat menghafal hadis kembali menggema di Masjid Al Ghoihab Al Islamy, Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Kampus 2, Ahad (13/9/2026) pagi.

Ratusan santri dari kelas 1 hingga 6 menyaksikan Tasmi’ Hadits Arbain Nawawi Sekali Duduk yang diikuti Ananda Febriano Candra Saputra (santri kelas 5)

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB. Dalam sekali duduk, Febriano menyetorkan hafalan Hadits Arbain Nawawi di hadapan para santri dan pengasuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keilmuan santri Al Mizan yang tidak hanya diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Ustadz Abidzar Al-Ghifari menyampaikan bahwa kemampuan menghafal hadis merupakan salah satu nikmat Allah yang patut disyukuri. Menurutnya, santri tidak cukup hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga perlu mengenal dan menghafal hadis sebagai pedoman dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

“Hadis merupakan perkataan, perbuatan, dan sifat Nabi Muhammad SAW. Karena itu, menghafal hadis bukan sekadar untuk menyelesaikan target hafalan, tetapi juga agar kita mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan,” pesannya.

Ia menjelaskan, Arbain Nawawi merupakan kumpulan hadis yang disusun oleh Imam Nawawi, seorang ulama besar yang dikenal memiliki kecintaan luar biasa terhadap ilmu. Kitab tersebut memuat hadis-hadis yang menjadi pokok penting dalam ajaran Islam.

Ustadz Abidzar juga mengajak para santri untuk meneladani semangat para ulama terdahulu dalam mencari dan menjaga ilmu.

“Para ulama dahulu memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu. Karena itu, saya berharap seluruh santri Al Mizan semangat dalam menghafal hadis. Jangan hanya hafal teksnya, tetapi pahami maknanya,” tuturnya.

Menurutnya, hafalan hadis dapat menjadi bekal penting bagi santri ketika terjun ke tengah masyarakat. Hadis yang dipahami dengan baik dapat menjadi dasar dalam menyampaikan ceramah, mengisi kajian, maupun berdakwah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Hadis yang kita hafal bisa menjadi bekal untuk berdakwah di masyarakat. Maka jangan berhenti pada hafalan, tetapi lanjutkan dengan memahami, mengamalkan, dan menyampaikannya kepada orang lain,” imbuhnya.

Konsep Otomatis
Febriano Candra saat tasmi hadits arbain dihadapan ratusan santri. (Alfain/PWMU.CO)

Sementara itu, Wakil Mudir Al Mizan, Ustadz Anggun Imanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para mujannib, musyrif, serta tim kepengasuhan yang terus mendampingi dan mendidik para santri dengan penuh kesabaran.

Ia berharap proses pembinaan yang dilakukan secara istiqamah tersebut mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

“Terima kasih kepada para mujannib, musyrif, dan kepengasuhan yang terus membersamai dan momong para santri dengan penuh kesabaran. Semoga Allah membalas semua kebaikan tersebut dengan kebaikan yang lebih banyak,” ungkapnya.

Tasmi’ tersebut tidak sekadar menjadi ajang penyetoran hafalan, tetapi juga menjadi momentum bagi ratusan santri untuk belajar tentang kesungguhan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap hadis Nabi.

Dari satu santri yang duduk menyetorkan hafalan, ratusan santri yang menyimak mendapatkan pesan yang sama: ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus dijaga, diamalkan, dan diwariskan.

“Semoga langkah Febriano dalam menuntaskan hafalan Arbain Nawawi sekali duduk menjadi inspirasi bagi santri-santri Al Mizan lainnya untuk terus menambah hafalan, memperdalam pemahaman, dan menyiapkan diri menjadi generasi yang siap berdakwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 13/09/2026 09:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu