Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Gandeng KBRI Perkuat Perlindungan PMI di Malaysia

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Gandeng KBRI Perkuat Perlindungan PMI di Malaysia
Muhammadiyah Gandeng KBRI Perkuat Perlindungan PMI di Malaysia. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Kuala Lumpur pada Senin 10 Agustus 2026.

Silaturahim strategis ini juga dihadiri Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia serta beberapa Atase KBRI yang terkait seperti Atase Hukum hingga Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Malaysia, Bapak Danang Waskito, S.E., M.A., menyambut baik kunjungan strategis LHKI dan PCIM dalam rangka penguatan dan kolaborasi perlindungan PMI di Malaysia. “Pada prinsipnya, KBRI sangat terbuka dan mendukung serta berterima kasih atas segala ikhtiar Muhammadiyah dalam menjaga amanat konstitusional kepada warga negara khususnya para pekerja, baik dalam aspek pendidikan bahkan kesehatan dengan system ta’awun,” tambah diplomat karir tersebut.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ahmad Romadhoni S.P., Ph.D., menyampaikan bahwa program pendidikan dari pemerintah sangat mendukung upaya peningkatan kapasitas intelektual warga baik pekerja maupun anak sebagai bentuk penguatan sosial bagi PMI.

Dosen Universitas Gadjah Mada alumnus Denmark ini juga memaparkan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencoba mengakomodasi kebutuhan dasar edukasi anak dengan program konkret seperti penguatan pelayanan sekolah Indonesia di Malaysia hingga dukungan terhadap komunitas pembelajaran yang tersebar di seantero negeri Jiran, yang hal ini tentu terbuka kolaborasi bersama diaspora termasuk Muhammadiyah.

Pimpinan Audiensi Delegasi LHKI yang juga mantan Duta Besar RI di Bulgaria, Bapak Bunyan Saptomo, menyampaikan hasil aspirasi PMI dan temuan krusial untuk advokasi kepada KBRI. “Kami menyimpulkan bahwa setidaknya ada tiga hal fundamental yang menjadi indikator kondisi PMI yakni legalitas, kapasitas, dan komunitas,” ungkap Alumni Universitas Gadjah Mada itu.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia Pusat ini menegaskan, “Muhammadiyah baik di Indonesia maupun PCIM Malaysia serta se-dunia, insyaAllah siap mengawal PMI khususnya kader diaspora dalam menguatkan dan memastikan tiga indikator PMI baik sebelum keberangkatan, selama bekerja maupun kepulangan di Indonesia”.

PCIM Malaysia yang dihadiri oleh H. Fauzi Fatkhur selaku Ketua dan Aunillah sebagai Sekretaris menyampaikan apresiasi serta siap menindaklanjuti secara konkret silaturahim strategis ini. Lembaga resmi yang terdaftar di pemerintahan Malaysia ini juga menyampaikan di forum atas program penguatan PMI maupun ikhtiar advokasi struktural termasuk pemberdayaan ekonominya.

Sebelumnya, tim gabungan LHKI dan PCIM yang dipimpin dra. Yayah Khisbiyah, M.A. selaku Sekretaris LHKI didampingi oleh Bunyan Saptomo, Dr. Wachid, Agung Rachmat H., M. Subhan Setowara, Puti, Qonita, H.M.I. el Hakim dan Solikhan, menemui ratusan orang untuk berdiskusi serta menerima aspirasi penguatan PMI.

Agenda yang digelar sejak 5 hingga 10 Agustus 2026 ini turut didukung oleh Mendikbud RI Prof. Abdul Mu’ti dan WamenP2MI Ahmad Dzulfikar Tawalla guna meneguhkan Internasionalisasi dan kontribusi Muhammadiyah dalam perlindungan PMI di seluruh dunia. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 14/08/2026 05:54
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu