Guna menjadikan ibadah sebagai bagian dari ikhtiar dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita, SMK Muhammadiyah 5 Gresik kembali melaksanakan kegiatan rutin Qiyamul Lail akhir bulan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh guru, karyawan, santri, serta warga sekitar yang turut hadir untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid SMK Muhammadiyah 5 Gresik.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (26/9/2026) tersebut diawali dengan Qiyamul Lail dan salat Tahajud, kemudian dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah.
Bangun Hubungan Kuat dengan Allah
Suasana khusyuk terasa ketika seluruh jamaah bersama-sama bermunajat, memohon ampunan, pertolongan, dan keberkahan dari Allah Swt.
Kehadiran warga sekitar dalam sholat Subuh berjamaah semakin menambah suasana kebersamaan.
Masjid sekolah menjadi ruang yang mempertemukan keluarga besar SMK Muhammadiyah 5 Gresik dengan santri dan masyarakat dalam satu ikatan ibadah dan ukhuwah.
Dalam tausiyahnya yang dimulai pukul pukul 04.28 WIB, Drs Suhali MPdI menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan Allah Swt, terutama dalam proses menuntut ilmu dan memperjuangkan cita-cita.
Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki berbagai cita-cita dan harapan dalam kehidupan. Namun, untuk mewujudkannya, seseorang tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan dan kerja keras.
Manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap prosesnya, termasuk dalam mencari dan mengamalkan ilmu.
“Kita sedang menuntut ilmu, memiliki cita-cita, dan berusaha untuk mewujudkannya. Tetapi dalam proses itu kita membutuhkan Allah. Karena itu, ikhtiar untuk belajar harus diiringi dengan doa dan kedekatan kepada Allah,” pesan Drs Suhali MPdI.
Selain memperkuat hubungan dengan Allah melalui ibadah, Drs. Suhali, MPdI juga mengingatkan seluruh jamaah untuk menjauhi perbuatan maksiat.
Bagian Penting Perjalanan Mencari Ilmu
Menurutnya, menjaga diri dari maksiat merupakan bagian penting dalam perjalanan seseorang mencari ilmu dan meraih cita-cita.
Ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan dalam mempelajarinya, tetapi juga membutuhkan hati dan diri yang senantiasa dijaga.
Karena itu, para santri dan peserta didik diajak untuk berhati-hati dalam pergaulan, menjaga perilaku, serta menjauhi hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari Allah Swt.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu bukan sekadar proses untuk menjadi pintar, tetapi juga proses membentuk diri menjadi pribadi yang baik dan berakhlak.
Kesungguhan belajar perlu berjalan bersama ketaatan, doa, dan usaha untuk meninggalkan perbuatan yang tidak diridai Allah.
Qiyamul Lail menjadi salah satu momentum untuk melakukan introspeksi diri. Dalam keheningan malam, setiap jamaah diajak untuk kembali mengingat tujuan hidup, memohon ampun atas kesalahan, serta memohon kekuatan agar mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Melalui kegiatan rutin Qiyamul Lail setiap akhir bulan, SMK Muhammadiyah 5 Gresik terus berupaya membangun budaya sekolah yang memadukan keilmuan, keterampilan, karakter, dan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah. Namun juga penguat bagi seluruh keluarga besar sekolah bahwa dalam perjalanan menuntut ilmu dan meraih cita-cita, ikhtiar harus disertai doa, kedekatan kepada Allah, serta kesungguhan untuk menjauhi maksiat.
Menuntut ilmu dengan ikhtiar, menguatkan langkah dengan doa, dan menjaga diri dengan menjauhi maksiat. Karena cita-cita yang baik perlu diperjuangkan dengan cara yang baik pula.





0 Tanggapan
Empty Comments