Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Budaya Literasi, MIM 14 Prestisius Gandeng Mahasiswa PPG Pendidikan Matematika Umpo

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Budaya Literasi, MIM 14 Prestisius Gandeng Mahasiswa PPG Pendidikan Matematika Umpo
Kegiatan lokakarya dan Pendampingan Literasi bagi Orang Tua MIM 14 Prestisius (Miftahul Rahman/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya memperkuat budaya literasi di MI Muhammadiyah 14 Prestisius Ponorogo terus dilakukan. Salah satunya melalui Lokakarya dan Pendampingan Literasi bagi Orang Tua yang digelar Sabtu (26/9/2026) dengan melibatkan mahasiswa PPG Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

Kegiatan yang diikuti wali murid kelas IV, V, dan VI tersebut merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Pendidikan Matematika UMPO. Lokakarya menghadirkan Ninik Kartiningsih, SS, guru SMKN 1 Badegan, sebagai pemateri.

Dalam lokakarya, orang tua mendapatkan penguatan mengenai pentingnya mendampingi anak membangun kebiasaan membaca di rumah. Berbagai kendala yang kerap muncul saat mendampingi anak membaca dibahas bersama, disertai tips agar kegiatan membaca berlangsung menyenangkan dan tidak terasa sebagai kewajiban.

Ninik menjelaskan, pembiasaan membaca tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga memperluas wawasan dan melatih kemampuan berpikir kritis.

“Pembiasaan membaca penting dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan literasi anak, tetapi juga untuk menambah wawasan dan melatih kemampuan berpikir kritis,” ungkapnya.

Menurut Ninik, keterlibatan orang tua juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan dengan anak. Saat orang tua meluangkan waktu menemani anak membaca, tercipta ruang komunikasi dan quality time dalam keluarga.

“Anak merasa diperhatikan dan dihargai. Hal ini penting bagi tumbuh kembang anak, termasuk dari sisi emosi dan psikologis,” tambahnya.

Penguatan Program GESIMA

Lokakarya tersebut menjadi bagian dari pengembangan GESIMA (Gerakan Siswa Gemar Membaca) yang telah berjalan selama satu tahun di MIM 14 Prestisius. Program ini mendorong budaya literasi melalui pembiasaan membaca, pencatatan hasil bacaan, serta aktivitas berbagi pengalaman membaca.

Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Pendidikan Matematika UMPO, Dr. Jumadi, M.Pd., menjelaskan, mahasiswa mendapat tugas membantu sekolah merancang program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

SMPM 5 Pucang SBY

“Mahasiswa PPG ini diberikan tugas untuk membantu sekolah membuat sebuah program yang nantinya bisa berkelanjutan dan berdampak. Kebetulan program yang sedang menjadi prioritas di MIM 14 Prestisius adalah literasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pihak madrasah, mahasiswa merumuskan empat program. Pertama, pengembangan karya literasi melalui Literacy Board. Kedua, permainan edukatif Ular Tangga Literasi Suku Kata untuk kelas rendah. Ketiga, optimalisasi GESIMA melalui Buku Jurnal Literasi. Keempat, Lokakarya dan Pendampingan Literasi bagi Orang Tua.

Membangun Ekosistem Literasi

Wali Kelas V MIM 14 Prestisius Ponorogo Prima Wijayanti, S.Pd., mengatakan, budaya literasi tidak dapat dibangun hanya melalui aktivitas di madrasah. Pembiasaan membaca di sekolah perlu diperkuat melalui dukungan keluarga.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan selama proyek berlangsung, tetapi juga meninggalkan sistem dan kebiasaan yang dapat diteruskan madrasah.

“Literasi bukan sekadar berapa banyak buku yang dibaca anak. Literasi adalah tentang bagaimana anak memahami apa yang dibaca, mampu menceritakannya kembali, menemukan gagasan, mengajukan pertanyaan, dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami kehidupan,” demikian inti penguatan program tersebut.

Dengan sinergi madrasah dan keluarga, budaya membaca diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh di rumah dan menjadi bagian dari keseharian anak. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 27/09/2026 23:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu