Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Mojokerto melaksanakan kegiatan Pelatihan Shadow Teacher atau Guru Pendamping Khusus (GPK).
Kegiatan tersebut bertempat di KB-TK Aisyiyah 14, Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/9/2026).
Lebih lanjut, kegiatan ini diikuti oleh unsur Dikdasmen, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah, serta guru KB-TK Aisyiyah se-Kabupaten Mojokerto.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setiap anak.
Makna Pendidikan Inklusif
Dalam kegiatan tersebut, Yuleza Tata Meunikha hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai pentingnya peran Shadow Teacher atau Guru Pendamping Khusus dalam mendukung pelaksanaan pendidikan yang inklusif.
Yuleza menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak berarti semua anak harus belajar dan berkembang dengan cara yang sama.
Sebaliknya, pendidik perlu memahami keunikan setiap anak dan menyesuaikan dukungan yang diberikan agar anak dapat berkembang secara optimal.
“Tugas kita bukan membuat semua anak berpikir, dan berperilaku dengan cara yang sama. Tugas kita adalah memahami bagaimana seorang anak belajar, kemudian menyediakan dukungan yang mampu membuatnya berkembang” ujar Yuleza Tata.
Menurutnya, karena itulah pendidikan inklusif membutuhkan sekolah yang adaptif. Ketika karakteristik anak berbeda, maka cara memberikan pelayanan juga perlu disesuaikan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelatihan. Guru diharapkan mampu melihat setiap anak sebagai individu yang memiliki karakteristik, kemampuan, kebutuhan, dan cara belajar yang berbeda.
Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih ramah, fleksibel, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang.
Momentum Perkuat Sinergi
Melalui pelatihan ini, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan. Tetapi dapat diteruskan kepada para pendidik di lingkungan KB-TK Aisyiyah se-Kabupaten Mojokerto.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara IGABA, Dikdasmen, PCA ngoro, Pimpinan Ranting watesnegoro, dan seluruh pendidik KB-TK Aisyiyah.
Khususnya dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang semakin inklusif dan berpihak pada kebutuhan anak.
Kegiatan yang berlangsung di KB-TK Aisyiyah 14 tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat belajar dan kebersamaan.
Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menambah wawasan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan dan praktik pendampingan anak dalam lingkungan pendidikan.
Dengan Pelatihan Shadow Teacher, IGABA Kabupaten Mojokerto terus mendorong para pendidik untuk menjadi guru yang adaptif, reflektif, dan mampu memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
Karena setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, maka pendidikan pun perlu hadir dengan cara yang mampu merangkul keberagaman tersebut.





0 Tanggapan
Empty Comments