Sebanyak 104 murid kelas 4 SD Muhammadiyah 3 Ikrom mengikuti Student Scout Camp and Real Life 2026 pada Kamis-Sabtu (22–24/10/2026) di bumi perkemahan The Pinus, Prigen.
Agenda tahunan ini menjadi program wajib bagi siswa kelas 4 yang dibagi ke dalam 14 regu.
Adapun fokus kegiatan ini adalah kepanduan Hizbul Wathan (HW) pada hari pertama serta kolaborasi antara kepanduan dan pengalaman Real Life pada hari kedua.
Semangat Bersama Dirikan Tenda
Hari pertama diawali dengan semangat kebersamaan saat para peserta mendirikan tenda dan menata barang bawaan.
Momen ini sempat diwarnai tantangan kecil ketika salah satu tenda tak kunjung berdiri tegak. Setelah diperiksa bersama pendamping, ternyata stik penyangga tenda sempat tertukar sehingga salah satu sisinya lebih pendek.
Masalah tersebut langsung teratasi setelah ditemukan stik pengganti dengan ukuran yang pas, hingga tenda pun akhirnya berdiri dengan kokoh.
Kejadian ini justru menjadi pelajaran berharga bagi para murid untuk membuat komitmen bersama: selalu menjaga kekompakan serta merawat kebersihan dan kerapian tenda selama perkemahan.
Usai jeda salat dan makan siang, para murid mendapatkan materi serta praktik pionering, seperti membuat tandu dan mensimulasikan evakuasi pasien.
Keseruan berlanjut pada ajang Olimpic Semaphore. Setiap regu memperagakan isyarat huruf A hingga Z serta tebakan huruf acak dari dewan juri. Gelak tawa sempat mewarnai kompetisi saat beberapa peserta keliru memperagakan gerakan.
“Eh, ini kebalik ya…?” ujar Aqilla, salah satu peserta, sambil melempar senyum lucu kepada rekan sekelompoknya saat berdiskusi membetulkan gerakan.
Malam harinya, panggung perkemahan makin meriah melalui pertunjukan pentas seni usai giat bersih diri dan makan malam.
Salah satu penampilan mencuri perhatian datang dari Regu Matahari putri yang beranggotakan Caca, Aqilla, Latinka, Fiza, Nisya, dan Shazfa—minus Arsy yang berhalangan hadir karena sakit.
Mereka membawakan Semaphore Dance, sebuah kompilasi tarian energik yang memadukan ritme musik dengan kibatan bendera semaphore yang diakhiri dengan atraksi memukau.
Komandan Regu (Danru) Matahari, Caca, mengaku sempat gugup sebelum tampil.
“Sedikit nervous dan kaget karena begitu tampil posisi anggota sempat berubah. Tapi alhamdulillah, semua teman-teman bisa tetap profesional sampai akhir” tuturnya.
Pisang Molen Beri Pengalaman Berkesan
Memasuki hari kedua, suasana kegiatan bergeser ke pengalaman kemasyarakatan lewat program Real Life di rumah warga lokal yang menjadi Ibu Asuh.
Regu Matahari berkesempatan mengunjungi kediaman Ibu Darmi untuk belajar membuat aneka gorengan tradisional.
Kelompok ini dibagi menjadi dua tim: Tim 1 bertugas membuat pisang molen, sedangkan Tim 2 mengolah adonan gorengan dan ote-ote (bakwan).
Aktivitas memasak ini menjadi pengalaman paling berkesan bagi para murid, tak terkecuali Latinka.
Murid yang baru tiga hari kembali bergabung di SD Muhammadiyah 3 Ikrom setelah dua tahun mengecap pendidikan di La Mesa Shark School California ini mengaku baru pertama kali mencicipi gorengan lagi.
“Saya mencoba tahu isi, ote-ote, dan pisang molen. Menurut saya tahu isi yang paling enak, tapi kalau dari proses membuatnya, pisang molen yang agak susah” ungkap Latinka.
Kesulitan serupa dirasakan Fiza dan Nisya saat mengolah pisang molen. Mereka mendapati adonan molen buatan mereka mengembang tebal ketika digoreng.
Ibu Darmi pun membagikan rahasianya kepada para murid bahwa kunci utama pisang molen yang renyah terletak pada ketebalan adonannya. Adonan harus digiling setipis mungkin sebelum dililitkan agar hasil gorengannya pas dan tidak mekar berlebihan.
Setelah seluruh rangkaian aktivitas Real Life berakhir, para murid menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ibu Darmi atas kesediaannya berbagi ilmu dan tips berharga dalam membuat gorengan.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Ibu Darmi sebagai bentuk apresiasi atas perannya sebagai salah satu Ibu Asuh yang sangat berjasa dan hangat menyambut para siswa.
“Sehat-sehat ya, Bu Darmi. Semoga kesuksesan dunia akhirat selalu menyertai Ibu sekeluarga. Doakan kami juga agar bisa menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat” bisik ucapan tulus dari para murid sebelum berpamitan.
Daftar Regu Juara
Setelah kegiatan Real Life selesai, para peserta kembali ke area tenda untuk beristirahat sejenak.
Energi mereka kembali terisi untuk melanjutkan dua agenda kompetisi berikutnya, yaitu Olimpic PBB (Pasukan Baris Berbaris) dan Lomba Memasak.
Pada Olimpic PBB, kekompakan dan kedisiplinan setiap regu kembali diuji. Shazfa, salah satu anggota Regu Matahari, menyampaikan perasaannya usai tampil.
“Agak nervous sih saat tampil PBB. Kami padahal sudah kompak, eh ternyata ada satu aktivitas yang terlupakan, yaitu gerakan jalan di tempat” ungkapnya sambil melayangkan senyum kecil kepada teman-temannya, meski tersirat sedikit raut kesedihan di wajahnya.
Sementara itu, dalam ajang Lomba Memasak, setiap regu ditantang untuk mengolah menu berdasarkan bahan-bahan yang telah disediakan, yaitu capcay dan scrambled egg.
Saat proses pengolahan, membuat scrambled egg yang sempurna menjadi tantangan tersulit bagi sebagian besar regu. Banyak piring olahan peserta yang pada akhirnya justru berubah tampilan menjadi telur orak-arik biasa.
Seluruh rangkaian aktivitas Student Scout Camp 2026 diakhiri dengan sesi Awarding atau penyerahan hadiah bagi para pemenang kompetisi:
- Olimpic Semaphore Terbaik: Regu Gajah
- Olimpic Memasak Terbaik: Regu Teratai
- Olimpic PBB Terbaik: Regu Matahari
- OlimpicPentas Seni Terbaik: Regu Matahari
- Regu Terbaik Putri: Regu Matahari
- Regu Terbaik Putra: Regu Garuda
Selain apresiasi untuk para regu terbaik, panitia juga memberikan reward khusus bagi para pendamping terbaik.
Gelar Pendamping Terbaik Putra diraih oleh Ustadz Muhajir, Ustadz Nasruddin, dan Ustadz Hajar, sedangkan Pendamping Terbaik Putri diraih oleh Ustadzah Dian, Ustadzah Asma, dan Ustadzah Nova.
Melalui perpaduan disiplin kepanduan HW, kerja sama tim, dan interaksi sosial dalam program Real Life, kegiatan Student Scout Camp 2026 ini tak hanya melatih kemandirian.
Tetapi juga menanamkan empati dan keterampilan hidup nyata yang berkesan bagi seluruh murid kelas 4 SD Muhammadiyah 3 Ikrom.






0 Tanggapan
Empty Comments