Limbah pertanian yang selama ini menumpuk atau dibakar kini punya nilai baru.
Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mensosialisasikan program kerja utama berupa mesin pencetak briket semi otomatis kepada warga Desa Sukoanyar, Cerme, Gresik.
Acara tersebut berlangsung Jumat (23/10/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Desa Sukoanyar.
Kegiatan dibuka oleh MC Dyah Ayu Sekar Sari, dilanjutkan sambutan. Ketua kelompok, Dimas Saputra, kemudian memaparkan latar belakang program dan potensi Desa Sukoanyar yang kaya limbah pertanian. Materi berlanjut ke komposisi briket, lalu demonstrasi alat.
Tim Di Balik Inovasi
Mesin briket dirancang mahasiswa Teknik Mesin, M Agil Masrur dan Eka Putra Wardana.
Sedangkan, sistem kelistrikannya digarap mahasiswa Teknik Elektro, Zidan Nabil Firdiansyah, Rizki Ardiansyah, dan M. Razzan Mazini. Peserta melihat langsung bagaimana limbah diolah menjadi briket yang siap pakai.
Sesi terakhir membahas pemasaran briket dan website oleh mahasiswa Sistem Informasi, Jian Rio Dwi Pujanarko dan Wahyu Suryo Guritno.
Lewat website itu, produk briket warga diharapkan menjangkau pasar lebih luas. Acara ditutup dengan foto bersama.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Sekretaris Desa Sukoanyar, Sri Mujannah, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Alat ini nyata manfaatnya, karena limbah pertanian yang dulu terbuang sekarang bisa menjadi sesuatu yang berguna” ujarnya.
Harapan Kepala Dusun
Kepala Dusun Sukoanyar, Eko Susilo, berharap alat tersebut benar-benar dimanfaatkan petani. “Ini ilmu dan karya yang langsung bisa dipakai masyarakat. Kami berharap warga mau belajar dan merawat alat ini bersama-sama” katanya.
Apresiasi juga datang dari tiga kepala dusun lain. Kasun Ngering Sawi, Kasun Kedungjati Zainu Febrianto, dan Kasun Pulorejo Masyhadi menilai program ini sangat membantu petani di wilayah masing-masing.
Menurut mereka, alat ini berpotensi mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga.
Dari Bappeda Gresik, pengadministrasi umum Riswanto turut menyampaikan penghargaan. “Program seperti ini patut didukung. Mahasiswa tidak hanya hadir di desa, tetapi membawa solusi yang bisa dilanjutkan masyarakat” tuturnya.
Antusiasme para tamu menjadi penyemangat bagi tim KKN. Mereka berharap mesin pencetak briket tidak berhenti sebagai program kerja mahasiswa, tetapi terus dikelola warga sebagai usaha produktif desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMG menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa berawal dari hal sederhana: mengubah limbah menjadi manfaat.






0 Tanggapan
Empty Comments