Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Dari Mimbar ke Ruang Digital, Bayu Firdaus Ajak Mubalighat Aisyiyah Perluas Dakwah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Dari Mimbar ke Ruang Digital, Bayu Firdaus Ajak Mubalighat Aisyiyah Perluas Dakwah
Bayu Firdaus saat menyampaikan materi Dakwah Digital dan Sosial Media dalam Sekolah Mubalighat PDA Sidoarjo. (Hilmi Hidayatulloh P.A/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kader Muhammadiyah Sidoarjo, Bayu Firdaus, mengajak para mubalighat Aisyiyah memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah. Menurutnya, perkembangan teknologi mengharuskan pendakwah hadir di ruang digital agar pesan-pesan Islam dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan Bayu saat menjadi narasumber Sekolah Mubalighat yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo, Ahad (25/10/2026). Dalam pertemuan kesembilan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo itu, ia membawakan materi “Dakwah Digital dan Media Sosial”.

Sekolah Mubalighat berlangsung setiap Ahad pada September hingga November 2026, pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan ini diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sidoarjo untuk memperkuat kemampuan berdakwah di tengah masyarakat.

Bayu yang aktif dalam gerakan dakwah digital juga dipercaya sebagai Key Opinion Leader (KOL) Media Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran dan pengurus Forum Dai Digital Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dakwah Digital Tidak Harus Menunggu Sempurna

Di hadapan puluhan peserta, Bayu menjelaskan bahwa masyarakat kini banyak menggunakan gawai untuk mencari informasi, termasuk pengetahuan agama dan solusi atas persoalan sehari-hari. Karena itu, media sosial perlu dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan pesan keislaman yang mencerahkan.

“Dakwah melalui media sosial sudah menjadi kebutuhan saat ini. Ketika masyarakat mencari informasi melalui gawai, pesan-pesan kebaikan juga harus hadir di sana,” jelasnya.

Ia menegaskan, mubalighat tidak perlu menunggu memiliki perangkat canggih atau kemampuan sempurna untuk memulai dakwah digital. Mereka dapat menggunakan platform yang sudah dikuasai, kemudian belajar dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.

“Yang terpenting adalah berani memulai, terus belajar, dan menjaga kualitas pesan yang disampaikan,” tambahnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pentingnya Kolaborasi Lintas Generasi

Dalam sesi diskusi, Novi dari PCA Sidoarjo menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dalam pengelolaan media sosial masjid masih perlu diperkuat. Padahal, media digital dapat membantu memperkenalkan kegiatan masjid, menjangkau generasi muda, dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bayu menekankan pentingnya kaderisasi dan kolaborasi lintas generasi. Pengelolaan media sosial, menurutnya, tidak hanya dibutuhkan masjid, tetapi juga sekolah, lembaga pendidikan, organisasi, unit usaha, dan kegiatan sosial.

Ia mengingatkan bahwa kaderisasi bukan sekadar mencari anak muda untuk mengunggah foto atau membuat video. Mereka perlu didampingi agar memahami tujuan dakwah, menyusun pesan secara tepat, menjaga etika bermedia, serta menghasilkan konten yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup materinya, Bayu mengajak para mubalighat mengambil peran aktif dalam menyebarkan kebaikan melalui media sosial.

“Jangan menunggu mahir untuk memulai dakwah digital. Mulailah dengan satu pesan yang benar, satu nasihat yang menenangkan, dan satu ajakan menuju kebaikan,” pesannya.

Melalui penguatan kemampuan digital dan kolaborasi lintas generasi, para mubalighat diharapkan mampu melengkapi dakwah konvensional dengan pendekatan digital. Dengan demikian, pesan Islam tidak hanya hadir di mimbar dan pengajian, tetapi juga menjangkau masyarakat di ruang digital. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 26/10/2026 09:49
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu