SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar salat istisqa di lapangan Spemutu, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia serta bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salat istisqa tersebut diikuti oleh keluarga besar Spemutu dengan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai imam salat, Eka Winsyahputra, S.Pd., sedangkan khatib adalah Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Rosyidul Arifibillah, S.Pi., S.Pd., M.Pd.
Dalam khutbahnya, Billah menyampaikan bahwa salat istisqa bukan sekadar ikhtiar untuk meminta turunnya hujan, melainkan juga momentum untuk memperkuat kedekatan kepada Allah Swt., memohon ampunan, serta menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri.
Ia menjelaskan bahwa setiap gerakan dan doa dalam salat istisqa hendaknya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, menjalankan ikhtiar yang disyariatkan, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah melalui tawakal.
“Melalui salat istisqa ini, kita berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan ikhtiar yang disyariatkan. Kita berdoa, memohon ampunan, serta meminta apa yang kita harapkan pada hari ini. Setelah berikhtiar, kita bertawakal kepada Allah Swt.,” ungkapnya.
Kondisi Kekeringan
Billah juga menyoroti kondisi kekeringan yang berdampak pada kehidupan masyarakat di berbagai wilayah. Di Gresik sendiri, kondisi cuaca kering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Sementara itu, di sejumlah daerah lainnya, masyarakat juga membutuhkan ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang keberadaannya perlu disyukuri dan dijaga. Oleh karena itu, permohonan turunnya hujan perlu disertai kesadaran untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki perilaku manusia terhadap lingkungan.
“Salat ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memohon ampun kepada Allah agar keberkahan hadir di tengah-tengah kita, baik berupa rezeki maupun turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan. Karena itu, kita harus memperbanyak istigfar, bertobat, dan terus memperbaiki diri,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ikhtiar tidak cukup dilakukan melalui doa, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga kelestarian alam. Masyarakat perlu membiasakan diri menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari tindakan yang dapat merusak alam.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan salat istisqa di lingkungan Spemutu. Selain mengajarkan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menanamkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Spemutu berharap seluruh keluarga besar sekolah semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., membiasakan istigfar dan tobat, serta menumbuhkan kepedulian untuk menjaga alam. Dengan demikian, doa yang dipanjatkan dapat berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata dalam merawat lingkungan dan memanfaatkan air secara bijaksana. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments