TPA-TC-KB-TK Aisyiyah Bebekan (Ababe School) menyelenggarakan kegiatan parenting bagi wali murid di Auditorium SD Muhammadiyah 1–2 Taman, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 wali murid yang antusias mengikuti rangkaian materi tentang pendekatan Montessori yang diterapkan dalam pembelajaran di Ababe.
Kegiatan parenting ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai metode Montessori sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, harapannya orang tua dapat memahami prinsip-prinsip Montessori dan menerapkannya secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Mengenal Metode Montessori
Materi pertama bertajuk “What Is the Montessori Method?” disampaikan oleh Mufidah SPsi MPdI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan teori-teori dan prinsip dasar Montessori yang akan diterapkan di Ababe School.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan penerapan metode Montessori membutuhkan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua.
Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak belajar di rumah dengan sabar, telaten, dan konsisten. Pembiasaan yang diterapkan di sekolah juga perlu dilanjutkan di rumah agar anak memperoleh pengalaman belajar yang selaras dalam kesehariannya.
Pendekatan Montessori mengajak orang tua untuk memahami bahwa proses belajar anak tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Tetapi juga pada kemandirian, pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta kemampuan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi kesempatan berharga bagi anak untuk belajar.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para wali murid berkesempatan menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai penerapan Montessori dalam mendampingi anak di rumah.
Salah satu umpan balik positif disampaikan oleh ayah dari ananda M Arsyaka Hamizan Rabbani, kelompok KB Ridwan II.
Ia mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan pemateri sejalan dengan visi dan misi keluarganya dalam mendidik anak.
“Alhamdulillah, apa yang disampaikan pemateri sesuai dengan visi misi kami sebagai orang tua. Kami sepakat bahwa kelompok bermain itu anak-anak lebih banyak bermain, mengingat usia mereka masih 3 tahun. Kedua kakaknya pun dulu juga alumni Ababe” terangnya.
“Sudah konsisten menerapkan bahwa kognitif anak bukan yang utama dan belajar tidak selalu di sekolah, tetapi bisa di lingkungan sekitar” ungkapnya.
Testimoni tersebut menjadi gambaran dukungan orang tua terhadap pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sesuai tahap perkembangannya.
Memahami Implementasi Pembelajaran Montessori
Materi kedua membahas “Implementasi Pembelajaran Montessori” yang disampaikan oleh Massuniyah SPd MPd.
Pada sesi ini, Massuniyah menjelaskan penerapan pembelajaran Montessori melalui lima area utama, yaitu Practical Life, Sensorial, Language, Mathematics, dan Culture.
Kelima area tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Antara lain:
- Practical Life (Keterampilan Hidup Sehari-hari)
- Sensorial (Pengembangan Indra)
- Language (Bahasa)
- Mathematics (Matematika)
- Culture (Budaya dan Pengetahuan tentang Dunia)
Melalui penjelasan tersebut, para wali murid memperoleh gambaran bahwa pembelajaran Montessori tidak sekadar menggunakan alat peraga atau aparatus. Namun juga mengedepankan pengalaman belajar yang konkret, terarah, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Setiap aparatus memiliki tujuan pembelajaran tertentu serta membantu anak membangun pemahaman melalui pengalaman langsung.
Selain itu orangtua juga disuguhkan secara langsung video implementasi pembelajaran dengan pendekatan Montessori supaya orangtua murid dalam melihat langsung bagaimana praktek saat di sekolah.
Di sela-sela penyampaian materi, suasana kegiatan semakin meriah dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh Ustazah Iiq. Para wali murid diajak mengikuti permainan estafet balon yang mengundang antusiasme, tawa, dan kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi penyegar suasana sekaligus membantu peserta kembali fokus dan siap menerima materi berikutnya. Selain menciptakan suasana yang menyenangkan, permainan tersebut juga mempererat interaksi ant wali murid dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama orangtua murid dan ustadzah yang dipimpin oleh mama Tsani kelompok A Ibrahim.
Komitmen tersebut mengajak orangtua sadar akan pentingnya membangun kolaborasi, komunikasi antara sekolah dan orang tua dirumah.
Bangun Keselarasan Pendidikan Sekolah dan Rumah
Melalui kegiatan parenting ini, TPA-TC-KB-TK Aisyiyah Bebekan menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
Penerapan Montessori akan berjalan lebih optimal apabila prinsip-prinsip yang diterapkan di sekolah mendapat dukungan dan pembiasaan yang selaras di rumah.
Orang tua diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, bereksplorasi, berlatih mandiri, serta belajar dari lingkungan sekitar dengan pendampingan yang sabar dan konsisten.
Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak.
Melalui kegiatan ini, Ababe School berharap terbangun pemahaman bersama antara pendidik dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.






0 Tanggapan
Empty Comments