Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu Kabupaten Jember mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (24/10/2026) malam.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons terhadap krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan data di lapangan, kekeringan berdampak pada 142 kepala keluarga (KK), terdiri atas 110 KK di RT 01/RW 11 dan 32 KK di RT 03/RW 10.
Distribusi air bersih tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan sejumlah komunitas relawan kemanusiaan untuk menangani kondisi darurat kekeringan.
Tim gabungan yang terdiri atas relawan MDMC, Lazismu, serta mahasiswa relawan Lazismu dari Universitas Jember (Unej) tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka didampingi Farued dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember.
Setibanya di lokasi, para relawan berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat sebelum menyalurkan air bersih ke empat titik tandon yang telah disiapkan.
Selain mendistribusikan air, para relawan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghemat penggunaan air. Edukasi ini diharapkan dapat membantu warga mengelola persediaan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
Perlu Distribusi Berkala
Meski kegiatan berjalan lancar, MDMC Jember mencatat kendala operasional berupa belum tersedianya armada truk tangki mandiri untuk mendukung distribusi air bersih.
Karena itu, MDMC merekomendasikan agar penyaluran air bersih kepada warga terdampak dapat dilaksanakan secara berkala, yakni setiap empat hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan armada pendukung.
Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk keperluan sehari-hari selama krisis air bersih belum teratasi.
Ajak Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Farued dari Pusdatin MDMC Kabupaten Jember mengajak masyarakat luas, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan.
“Kami berharap distribusi air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Namun, karena kebutuhan air masih cukup besar dan distribusi perlu dilakukan secara berkala, kami mengajak masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, untuk bersama-sama memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui donasi di Lazismu Kabupaten Jember,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak ikhtiar spiritual di tengah kondisi kekeringan yang masih melanda.
“Selain ikhtiar kemanusiaan, mari kita memperbanyak doa dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan,” tambahnya.
Melalui sinergi MDMC, Lazismu, relawan, dan masyarakat, upaya penanganan kekeringan diharapkan dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih warga terdampak dapat terpenuhi.






0 Tanggapan
Empty Comments