Perpustakaan “Mesin Waktu” di Dusun Pulorejo, Desa Sukoanyar, Cerme, Gresik, kini punya sistem digital.
Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mensosialisasikan sekaligus meresmikan website perpustakaan desa, Sabtu (24/10/2026).
Program kerja ini merupakan kolaborasi mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Informatika.
Dari Sistem Informasi hadir Dyah Ayu Sekar Sari, Jian Rio Dwi Pujanarko, dan Wahyu Suryo Guritno. Dari Teknik Informatika hadir Dimas Saputra, M. Ashil Baihaqi, dan Achmadi Ali Ichsan.
Bermacam Fitur Website
Dalam kegiatan tersebut, tim menjelaskan dan mendemonstrasikan fitur-fitur website secara langsung.
Fitur pertama adalah pencatatan kehadiran pengunjung, sehingga setiap peserta yang datang terdata dengan rapi.
Kemudian fitur kedua adalah penginputan buku, yang memudahkan petugas mengelola koleksi tanpa harus mencatat secara manual.
Selain itu, website ini dilengkapi rekapitulasi otomatis. Petugas dapat melihat daftar buku yang sedang dipinjam, jumlah pengunjung yang hadir, hingga seberapa sering sebuah buku dibaca.
Data tersebut membantu pengelola mengetahui buku favorit warga dan menjadi bahan pertimbangan pengadaan buku baru.
Para petugas ikut mencoba langsung selama demonstrasi agar benar-benar memahami alurnya.
Tim KKN menegaskan bahwa website ini sudah siap dijalankan dan resmi diserahkan kepada desa. Penggunaannya tanpa batas waktu, gratis, dan berlaku seumur hidup.
Sistem ini juga terbuka untuk dikembangkan. Mahasiswa KKN yang bertugas di Sukoanyar pada tahun-tahun berikutnya dapat melanjutkan dan menambah fitur sesuai kebutuhan desa.
Mudahkan Pencatatan Pengunjung
Kegiatan dihadiri petugas perpustakaan, perangkat desa, dan Kepala Dusun Sukoanyar. Adapun tiga kepala dusun lain, yakni Pulorejo, Ngering, dan Kedungjati, berhalangan hadir.
Salah satu petugas perpustakaan desa, Sulastri, mengaku senang dan merasa terbantu. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan terbantu sekali” terang Sulastri.
“Sekarang mencatat pengunjung, memasukkan buku, sampai merekap peminjaman jadi lebih mudah, tidak serepot dulu. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN” ujarnya.
Dimas Saputra selaku ketua kelompok berharap website ini terus dimanfaatkan. “Kami ingin perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga tempat belajar yang lebih tertata. Semoga bisa dilanjutkan oleh adik-adik KKN berikutnya” tuturnya.
Dengan hadirnya website ini, Perpustakaan Mesin Waktu diharapkan makin nyaman bagi warga, terutama anak-anak dan pelajar yang gemar membaca.
Kehadiran sistem digital juga diharapkan menumbuhkan semangat literasi di tengah masyarakat Sukoanyar, sekaligus menjadikan perpustakaan desa lebih tertata dan mudah dikelola.
Mahasiswa UMG membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi hadiah sederhana yang bermanfaat bagi desa.






0 Tanggapan
Empty Comments