Ranting Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pengelolaan aset, kemandirian ekonomi, pendidikan, hingga inovasi dakwah. Hal itu terlihat dari beragam keunggulan 23 ranting Muhammadiyah yang menjadi nominator Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Award tingkat Wilayah Jawa Timur.
Mashuri, Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage, Taman, Sidoarjo, yang terpilih menjadi salah seorang juri CRM Award tingkat Jawa Timur, mengungkapkan beragam praktik menarik tersebut setelah melakukan penilaian terhadap para nominator.
Menurut dia, setiap ranting memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, sejumlah ranting menunjukkan kemampuan mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan organisasi yang berdampak nyata.
“Setelah menjadi juri dan melihat 23 ranting nominator CRM Award tingkat wilayah, kami menemukan banyak keunggulan yang menarik. Setiap ranting memiliki karakter dan potensi yang berbeda-beda,” ungkapnya kepada PWMU.CO, Ahad (25/10/2026).
Salah satu hal yang menarik perhatian Mashuri adalah kemampuan ranting mengelola aset untuk menopang kegiatan organisasi.
Ada ranting yang memiliki lahan pemakaman seluas 800 meter persegi. Ada pula ranting yang mempunyai tanah wakaf hingga 10 hektare.
“Sebagian lahan tersebut disewakan sehingga menghasilkan pendapatan sekitar Rp 134 juta untuk mendukung operasional ranting,” ungkapnya.
Menurut Mashuri, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan aset secara produktif dapat menjadi sumber kekuatan bagi organisasi di tingkat akar rumput.
Aset tidak hanya menjadi kekayaan yang tercatat, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan apabila dikelola secara tepat.
“Kemandirian ekonomi juga terlihat pada ranting yang mengembangkan usaha komersial. Salah satunya memiliki toko Surya Mart dengan omzet mencapai Rp 2 miliar per tahun,” bebernya.
Ranting lainnya mengembangkan industri pupuk cair. Ada pula yang menjalankan usaha lanskap dengan jangkauan pasar di berbagai kota, bahkan hingga luar Pulau Jawa.
Berbagai usaha tersebut, menurut Mashuri, memperlihatkan bahwa ranting Muhammadiyah memiliki peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Energi Surya untuk Membantu Petani
Keunggulan lain yang ditemukan Mashuri adalah inovasi pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung produktivitas pertanian.
“Salah satu ranting mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya. Energi yang dihasilkan digunakan untuk penerangan dan mengoperasikan pompa air guna mengairi sawah,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi tersebut membantu petani mendapatkan pasokan air dengan biaya yang lebih terjangkau. Pengairan yang lebih baik juga mendukung kesuburan lahan pertanian.
Dikatakan Mashuri, inisiatif ini menunjukkan bahwa kegiatan ranting tidak harus terbatas pada penyelenggaraan pengajian, peribadatan, atau aktivitas internal organisasi.
“Ranting juga dapat mengambil peran dalam menjawab persoalan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Masjid, Sekolah, dan Kampung Al-Qur’an
Masih kata Mashuri. Di bidang pendidikan dan dakwah, sejumlah ranting memiliki perkembangan yang tidak kalah menarik.
Ada ranting yang mengelola lembaga pendidikan lengkap, mulai taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Ranting lainnya memiliki enam masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan umat. Ada pula yang mengembangkan lembaga pesantren untuk anak usia dini,” ungkapnya.
Program pembinaan Al-Qur’an juga menjadi salah satu keunggulan. Sebuah ranting mengembangkan Kampung Al-Qur’an yang dalam salah satu pelaksanaannya dihadiri sekitar 300 warga.
Kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana dakwah dapat melibatkan masyarakat secara luas melalui program yang berkelanjutan.
Sementara itu, pada momentum Iduladha, salah satu ranting mampu menghimpun hewan kurban sebanyak 20 ekor sapi dan 50 ekor kambing.
“Capaian tersebut menggambarkan besarnya partisipasi warga sekaligus potensi ranting dalam membangun solidaritas sosial melalui kegiatan keagamaan,” tutur Mashuri
Di ranah digital, terdapat pula ranting yang mengembangkan platform dakwah dengan penyajian menarik.
Pemanfaatan media digital menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan dakwah dan menyesuaikan metode komunikasi dengan perkembangan zaman.

Potensi Lokal, Kekuatan Organisasi
Mashuri menilai, beragam keunggulan tersebut memberikan gambaran bahwa perkembangan ranting Muhammadiyah tidak dapat diukur hanya dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.
“Kemampuan mengelola aset, membangun usaha, mengembangkan pendidikan, memakmurkan masjid, serta menghadirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat juga menjadi bagian penting dari kekuatan ranting,” katanya.
Pengalaman selama melakukan penilaian terhadap para nominator CRM Award memberikan kesempatan bagi Mashuri untuk melihat secara langsung beragam model pengembangan ranting di Jawa Timur.
Setiap ranting memiliki modal yang berbeda. Ada yang unggul dalam pengelolaan tanah wakaf, ada yang berkembang melalui unit usaha, dan ada pula yang menonjol dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dakwah.
Berbagai praktik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi ranting Muhammadiyah lainnya untuk menggali potensi di wilayah masing-masing.
:Dengan pengelolaan yang baik, aset dan potensi lokal bukan hanya menopang keberlangsungan organisasi, melainkan juga menjadi sarana memperluas manfaat dakwah Muhammadiyah bagi masyarakat,” pungkas dia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments