Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Berdamai dengan Masa Lalu, Bekal Wali Murid ABA Percontohan Membangun Pola Asuh Positif

Iklan Landscape Smamda
Berdamai dengan Masa Lalu, Bekal Wali Murid ABA Percontohan Membangun Pola Asuh Positif
Foto bersama parenting sesi September 2026 (Pita Khoirunisa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 40 wali murid KB dan TK ABA Percontohan beserta para guru mengikuti kegiatan parenting sesi September 2026 dengan tema “Berdamai dengan Inner Child untuk Membangun Pola Asuh yang Lebih Positif” di gedung dakwah Muhammadiyah lantai 2 Bojonegoro, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan menghadirkan Derny Irawati, S.Psi., CHt,MNLP., sebagai narasumber. Parenting ini menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami pengalaman masa kecil, mengenali luka emosional yang mungkin masih terbawa hingga dewasa, serta belajar membangun pola pengasuhan yang lebih sehat bagi anak.

Kepala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro Dwi Anjarwati menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan parenting.

“Anak-anak kita tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang hadir, yang mau mendengarkan, yang mau memeluk, dan yang terus belajar bersama mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pendidikan anak tidak hanya berlangsung ketika anak belajar membaca, berhitung, atau mengenal berbagai pengetahuan.

“Di sekolah, anak-anak sedang belajar tentang kehidupan. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi sangat penting,” tambahnya.

Mengenali Inner Child

Dalam pemaparannya, Derny menjelaskan bahwa inner child merupakan kumpulan pengalaman masa kecil, baik menyenangkan maupun menyakitkan, yang dapat memengaruhi kepribadian seseorang saat dewasa.

Pengalaman tersebut dapat menyimpan emosi, kenangan, keyakinan, harapan, dan impian. Ketika kebutuhan fisik maupun emosional seorang anak terpenuhi, ia memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dengan rasa aman dan berkembang secara positif.

Sebaliknya, pengalaman yang menyakitkan dapat meninggalkan luka, seperti abandonment wound atau luka karena merasa ditinggalkan, guilt wound yang berkaitan dengan rasa bersalah, trust wound akibat rusaknya kepercayaan, serta neglect wound karena pengalaman diabaikan.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Derny, luka tersebut terkadang muncul kembali dalam hubungan dengan pasangan maupun anak. Seseorang dapat memberikan respons berlebihan terhadap situasi tertentu karena pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan.

Belajar Pulih

Derny mengajak para orang tua untuk mengenali emosi yang muncul dan tidak langsung bereaksi. Proses pemulihan dapat dilakukan dengan mengakui kemarahan, memberi ruang bagi kesedihan, kemudian belajar mendengarkan kebutuhan inner child.

Orang tua juga diajak melakukan refleksi dalam suasana aman dan tenang, mengingat pengalaman yang pernah melukai, mengenali perasaan yang muncul, serta bertanya kepada diri sendiri mengenai kebutuhan yang belum terpenuhi pada masa itu.

Emosi juga dapat diekspresikan secara adaptif melalui menangis, menulis, menggambar, bercerita kepada orang yang dipercaya, atau melakukan aktivitas yang membuat diri lebih nyaman tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

“Ketika orang tua mampu berdamai dengan pengalaman masa lalunya, diharapkan ia dapat memberikan respons yang lebih tenang kepada anak dan tidak mengulang pola pengasuhan yang kurang sehat,” jelas Derny.

Kegiatan parenting berlangsung interaktif. Para wali murid diajak merefleksikan pengalaman masa kecil sekaligus memahami bahwa proses menjadi orang tua merupakan perjalanan untuk terus belajar.

Melalui kegiatan ini, PAUD ABA Percontohan Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga dalam menghadirkan lingkungan tumbuh kembang yang aman, hangat, dan positif bagi anak. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 26/09/2026 21:53
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu