Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan edukasi anti-bullying dan nonton film bareng di SD Negeri Bligo pada Jumat hingga Sabtu (16–17/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter, seperti empati, persahabatan, kejujuran, dan sikap saling menghargai melalui edukasi interaktif serta pemutaran film yang mengandung pesan moral.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dan dibagi menjadi dua sesi berdasarkan jenjang kelas. Pada Jumat (16/10/2026), kegiatan diikuti oleh siswa kelas I, II, dan III.
Sementara itu, pada Sabtu (17/10/2026), kegiatan diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Bligo dengan mahasiswa PLP II Umsida sebagai penyelenggara.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ice breaking untuk membangun suasana yang menyenangkan serta meningkatkan antusiasme siswa.
Selanjutnya, mahasiswa PLP II memberikan edukasi anti-bullying melalui pemutaran video yang dibuat oleh mahasiswa, disertai penyampaian materi dan penjelasan mengenai perilaku perundungan, dampaknya, serta pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan nyaman.
Melalui sesi edukasi tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya terhadap korban, serta membiasakan diri untuk menghormati dan menghargai orang lain.
Mahasiswa juga mengajak siswa untuk tidak melakukan perundungan, berani mencari bantuan dari guru atau orang dewasa tepercaya ketika mengalami atau menyaksikan bullying, serta menunjukkan kepedulian kepada teman yang membutuhkan dukungan.
Setelah sesi edukasi anti-bullying, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film edukatif. Siswa kelas I, II, dan III menyaksikan Nussa: The Movie pada Jumat, sedangkan siswa kelas IV, V, dan VI menyaksikan Na Willa pada Sabtu.
Pemutaran film ini menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan nilai-nilai karakter melalui cerita yang menarik dan dekat dengan kehidupan anak-anak.

Film Nussa: The Movie mengajarkan pentingnya sikap lapang dada, ketulusan dalam membantu sesama, persahabatan, dan kemampuan mengendalikan ego.
Film ini juga mengajak siswa memahami bahwa menjadi juara bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga tentang menunjukkan kebaikan hati dan kepedulian terhadap orang lain.
Sementara itu, film Na Willa mengajak siswa belajar tentang kejujuran, rasa ingin tahu, keberanian menghadapi perubahan, dan pentingnya menghargai perbedaan.
Kedua film tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami nilai-nilai moral melalui cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Setelah pemutaran film, mahasiswa PLP II mengadakan sesi tanya jawab seputar film, pesan moral, dan materi anti-bullying yang telah disampaikan.
Sesi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pemahaman mereka sekaligus melatih keberanian dan keterampilan menyampaikan pendapat.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan.
Antusiasme siswa selama kegiatan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pihak sekolah. Adi Siswanto, S.Pd., selaku guru pamong mahasiswa PLP II di SD Negeri Bligo, menyampaikan bahwa para siswa terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
“Anak-anak sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka terlihat senang mengikuti rangkaian acara, mulai dari edukasi anti-bullying hingga menonton film dan mengikuti sesi tanya jawab. Kegiatan seperti ini bagus karena anak-anak bisa belajar tentang nilai-nilai karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujar Adi Siswanto, S.Pd.
Salah satu mahasiswa PLP II, Zelfia Afantika, menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying penting diberikan sejak dini untuk membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami bentuk-bentuk bullying, tetapi juga mampu menerapkan sikap saling menghargai, peduli terhadap teman, dan berani mencari bantuan ketika melihat atau mengalami perundungan. Kami ingin siswa memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah,” ungkap Zelfia Afantika.
Mahasiswa PLP II lainnya, Erlina Eka Putri, menambahkan bahwa pemanfaatan film edukatif dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada siswa.
“Kami berharap pesan moral dalam film dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Nilai kejujuran, persahabatan, empati, dan kepedulian perlu dibiasakan melalui tindakan sederhana, seperti membantu teman, berkata jujur, serta menghargai perbedaan,” ujar Erlina Eka Putri.
Melalui kegiatan edukasi anti-bullying dan nonton film bareng ini, mahasiswa PLP II Umsida berharap dapat berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter siswa SD Negeri Bligo.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang positif, ramah anak, dan bebas dari perundungan.
Penggabungan edukasi, hiburan, dan interaksi langsung diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Dengan demikian, nilai-nilai karakter yang diperoleh tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments