SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik terus menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Orang Tua Mengajar (OTM).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan wali murid sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari pengalaman orang tua di dunia profesional, Jumat, (25/09/2026).
Kegiatan OTM di kelas 8 Dubnium menghadirkan wali murid, Ir Adi Irmawanto ST MMT, ayah dari Fakhri Adi Alfatih.
Kenalkan Dunia Konstruksi
Dalam kesempatan tersebut, siswa mendapatkan wawasan mengenai dunia konstruksi, khususnya pentingnya perencanaan dalam membangun sebuah bangunan agar kokoh, kuat, dan memiliki masa pakai yang panjang.
Materi yang disampaikan juga dilengkapi dengan pengalaman narasumber dalam mengerjakan berbagai proyek konstruksi. Salah satunya proyek Jakarta International Stadium (JIS) yang menjadi salah satu proyek besar yang pernah ditanganinya.
Wali kelas 8 Dubnium, Siti Uswatul Janah SPd mengatakan kegiatan OTM memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi dua arah antara sekolah dan wali murid.
“OTM sangat penting untuk menjadi wadah komunikasi dua arah antara wali murid dan sekolah. Untuk materi konstruksi, bisa menambah wawasan murid dalam perencanaan suatu bangunan. Perencanaan sangat penting agar bangunan kokoh, kuat, dan manfaat pakainya lama” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti kegiatan. Pasalnya, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan konstruksi. Tetapi juga mengajak siswa memikirkan pilihan jurusan dan arah masa depan sesuai dengan harapan mereka.
“Anak-anak sangat antusias karena tidak hanya membahas konstruksi saja, tetapi juga dibekali bagaimana cara memilih jurusan yang sesuai dengan harapan masa depan” tambahnya.
Dari Ucapan Jadi Doa
Selain berbagi pengalaman profesional, Ir Adi juga menyampaikan cerita personal yang memberikan motivasi kepada siswa.
Ia mengajak siswa memahami bahwa ucapan yang disampaikan dapat menjadi doa sekaligus pengingat untuk terus memiliki harapan dan berusaha mewujudkannya.
“Beliau juga bercerita bahwa pernah mengucapkan keinginannya, alhasil apa yang ia ucapkan menjadi kenyataan. Beliau membekali anak-anak bahwa yang kita ucapkan adalah doa” jelas Siti.
Pesan tersebut kemudian diperkuat dengan nasihat agar siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Siswa diingatkan bahwa proses menuju keberhasilan tidak selalu mudah dan setiap kesulitan perlu dihadapi dengan kesabaran serta keyakinan. Materi OTM juga ditutup dengan pesan tentang adanya kemudahan bersama kesulitan.
Melalui OTM, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang dunia konstruksi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai pilihan pendidikan, profesi, serta pentingnya mulai merancang masa depan sejak dini.





0 Tanggapan
Empty Comments